Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Antisipasi Inflasi, Ketua TPID Sidak Pasar di Puruk Cahu

Redaksi 24-03-2023, 03:44 WIB 2 menit baca
Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng selaku Ketua TPID saat melakukan sidak di Puruk Cahu, Jumat (24/03/2023). (FOTO:ISTIMEWA)
Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng selaku Ketua TPID saat melakukan sidak di Puruk Cahu, Jumat (24/03/2023). (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) selaku Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah, Nuryakin melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Pelita dan distributor bahan pokok di Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Jumat (24/3/2023).

Sidak dilakukan dalam rangka pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok khususnya beras pada saat bulan suci Ramadan 1444 H, dan jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1 Syawal 1444 H. Pemantauan juga dilakukan dalam rangka menindaklanjuti Rakor TPID dengan Menteri dalam Negeri pada tanggal 13 Maret dan 20 Maret 2023 lalu, dan instruksi Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran untuk dilakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok.

“Arahan Bapak Gubernur, agar Pemerintah mampu memberikan rasa tenang, aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idulfitri. Salah satu bentuk upaya kita dalam memberikan ketenangan bagi masyarakat adalah mencegah lonjakan inflasi,” ucap Nuryakin.

Menurut data tanggal 21 Maret 2023, Kalimantan Tengah merupakan satu-satunya provinsi dengan harga beras tertinggi, untuk itu diperlukan upaya-upaya yang strategis dalam pengendaliannya. Naiknya harga beras dipicu oleh keadaan cuaca, bukanlah hal pembenaran sebagai alasan melemahnya upaya pengendalian harga.

Sekda Nuryakin menekankan bahwa TPID Provinsi Kalimantan Tengah terus melakukan upaya pengendalian inflasi, diantaranya melalui intervensi Pemerintah, dengan menggelar pasar murah dan pasar penyeimbang.

"Pemprov Kalteng akan menggelar pasar murah dan pasar penyeimbang sepanjang bulan Ramadan bersamaan dengan Safari Ramadan, dan telah disiapkan 50 sampai 100 ribu paket sembako bersubsidi untuk masyarakat. Harapan kita, daya beli masyarakat tetap terjaga, inflasi terkendali," bebernya.

Ia juga membenarkan temuan di lapangan bahwa terjadi kenaikan harga beras berkisar antara 200 hingga 300 rupiah per kilogram, namun menurutnya masih dalam batas normal. Kenaikan harga beras ini diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi di bulan Februari sampai  Maret 2023 ini, maka gabah yang dipanen kualitasnya menurun, sehingga pihak penggilingan beras harus mengeluarkan ongkos produksi yang lebih tinggi dari biasanya untuk mengeringkan gabah. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard