Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

Maraknya Pengemis Saat Ramadan Menggangu Aktivitas Warga

Redaksi 07-04-2023, 04:17 WIB 2 menit baca
Wakil Ketua I DPRD Kota Palangka Raya, Wahid Yusuf. (FOTO:ISTIMEWA)
Wakil Ketua I DPRD Kota Palangka Raya, Wahid Yusuf. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Disetiap Saat ramadan atau mendekati hari Raya Idul Fitri ini, banyak sekali dimanfaatkan oleh sekelompok orang mengais rejeki dengan cara meminta-minta atau mengemis kerumah warga atau ke toko-toko yang dilintasinya. Hal ini tentu saja bisa mengganggu ketertiban dan ketenangan warga saat menjalani ibadah puasa.

Wakil Ketua I DPRD Palangka Raya, Wahid Yusuf menyayangkan adanya aktivitas pengemis di pasar ramadan, khususnya yang berada di Jalan Ais Nasution, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut Palangka Raya.

"Kepada penyelenggara atau panitia pasar wadai, Saya minta agar segera melakukan penertiban aktivitas pengemis ini. Karena jujur Saya lebih mendukung pedagang-pedagang kecil meskipun dagangannya sedikit tapi tetap berusaha daripada memberi kepada pengemis yang pemalas itu," katanya, belum lama ini.

Menurutnya, orang-orang yang memilih menjadi pengemis tidak selalu karena keadaan kondisi fisik, namun ada juga yang masih sehat dan kuat. Pengemis yang seperti itu kata Wahid harus segera ditertibkan supaya tidak mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat.

"Pengemis itu kebanyakan ya karena malas saja, kalau mau berusaha sebenarnya selalu ada jalan. Saya lebih mendukung dan menghormati pedagang kecil walaupun dia jualan sedikit atau jualan koran saja daripada pengemis yang masih sehat itu," ujarnya.

Politisi Golkar itu kemudian meminta kepada Satpol PP agar bertindak melakukan penertiban bersama dinas terkait lainnya. Khususnya bagi pengemis yang masih sehat secara jasmani.

Pasalnya, penertiban Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) sudah menjadi keharusan yang tertuang dalam Perda Kota Palangka Raya Nomor 9 Tahun 2012.

"Bukan saya tidak memahami kondisinya, tapi untuk yang masih sehat jasmani itu Satpol PP harus melakukan penertiban. Karena terkadang saya lihat yang mengemis itu di kantong celananya ada rokok, artinya dia masih bisa beli rokok dari hasil meminta-minta," tegasnya.

Dia menambahkan, Apabila para pengemis dan gelandangan ini di tertibkan maka Kota Palangka Raya akan menjadi Kota aman dan nyaman, bagi pendatang atau pengunjung yang ingin mendatangi Kota Palangka Raya.

“Selain itu Saya juga mengimbau kepada warga jangan memberi uang kepada pengemis yang keadaan tubuhnya masih sehat, karena hal itu akan membuat mereka semakin manja dan tak mau berusaha,” tutupnya. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard