Pemerataan Tenaga Kesehatan di Pinggiran Untuk Atasi Stunting
SB, PALANGKA RAYA – Saat ini, bayi dan balita merupakan kelompok yang memiliki prevalensi tinggi terhadap kejadian stunting di Indonesia. Stunting ini merupakan ganguan pertumbuhan linear yang disebabkan malnutrisi asupan zat gizi kurang. Apalagi didukung malnutrisi ini merupakan masalah utama kesehatan masyarakat yang terjadi di negara berkembang, terutama terjadi pada bayi, anak-anak, dan wanita usia reproduktif.
Untuk itu Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya saat ini sedang berupaya untuk melakukan pemerataan tenaga kesehatan hingga ke daerah pinggiran. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan yang adil dalam mengejar target penurunan stunting di wilayah kota setempat.
"Memang masih menjadi pekerjaan rumah bagi kami, namun dalam program-program berjalan ini kami terus mengupayakan agar daerah pinggiran mendapatkan pelayanan kesehatan yang seimbang, sehingga pelayanan kesehatan dapat optimal," kata Wakil Wali Kota Palangka Raya, Umi Mastikah, Senin (10/04/2023).
Ia mengatakan, pemerataan tenaga kesehatan terus dilakukan dengan menambah jumlah sumber daya manusia di bidang kesehatan. Mulai dari dokter, perawat hingga bidan untuk menempati Posyandu di 30 kelurahan.
"Peningkatan dan pemerataan tenaga kesehatan ini sudah terkonsep dan masuk dalam prioritas program tahun ini hingga tahun depan. Semua programnya tidak lepas dari RPJMD yang sudah kita buat," jelasnya.
Upaya ini kata dia, perlu didukung semua pihak, karena akses layanan kesehatan yang mudah dan terjangkau menjadi indikator keberhasilan pemerintah dalam memberikan kesejahteraan.
"Masyarakat yang sehat tentu akan menjadi lebih produktif sehingga mampu meningkatkan taraf hidup perekonomiannya. Kalau sudah sehat dan produktif, maka mampu memenuhi gizi keluarga dan mencegah terjadinya stunting,"jelasnya.
Umi yang juga merupakan Ketua satuan tugas pencegahan dan penanganan stunting Kota Palangka Raya tersebut mengatakan, sebagai upaya awal pencegahan stunting, maka Pemko Palangka Raya terus mengoptimalkan peningkatan kualitas gizi dan kesehatan. Terutama pada anak dan ibu hamil. (mda/ok)