Lewati ke konten utama
Pemko Palangka Raya

Keselamatan Pengunjung Wisata Harus Jadi Prioritas Utama

Redaksi 25-04-2023, 11:49 WIB 1 menit baca
Wisata Air Hitam Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya saat dikunjungi masyarakat waktu libur cuti bersama. (FOTO:ISTIMEWA)
Wisata Air Hitam Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya saat dikunjungi masyarakat waktu libur cuti bersama. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - Selama libur panjang lebaran ini tentunya banyak wahana atau tempat wisata dikunjungi oleh para wisatawan, baik wisatawan local maupun dari luar daerah, untuk itu Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi mengingatkan para pengelola maupun pelaku usaha tempat wisata yang ada di kota setempat, dapat memprioritaskan keselamatan para pengunjung saat berwisata.

Menurut Hasan, lonjakan pengunjung di tempat wisata biasanya terjadi dua hari setelah hari raya Idulfitri. Tentunya Pengunjung ingin merasa aman dan tenang pada saat berkunjung ke tempat atau obyek wisata yang akan dikunjunginya.

“Salah satu contohnya Obyek wisata seperti di Tangkiling dan beberapa tempat lainnya di Palangka Raya biasanya akan ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitar maupun dari daerah lainnya, makanya para pengelola harus sudah menyiapkan segala sesuatunya agar pengunjung merasa nyaman,” katanya, Senin (24/4/2023).

Hasan juga meminta kepada pengelola tempat atau obyek wisata bisa memperhatikan fasilitas keselamatan, menjamin keamanan, agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan selama wisatawan berada ditempat yang dikunjunginya.

Saat ini lanjutnya, DPRD Palangka Raya juga tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Rapeda) kampung wisata. Dimana raperda itu sedang dibahas oleh Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) bersama Komisi C DPRD Palangka Raya, serta jajaran tim Pemerintah Kota Palangka Raya maupun tim akademisi.

“Kami sudah melakukan rapat awal membahas penyusunan naskah akademik dan draf tiga raperda inisiatif DPRD Kota Palangka Raya. Salah satunya raperda tentang kelurahan wisata dan kampung wisata,” bebernya.

Selebihnya Hasan mengungkapkan, bila melihat hasil pembahasan dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kota Palangka Raya, sudah ada 12 kampung yang ditetapkan sebagai kampung wisata. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard