Simulasi Penangkapan Pelaku Pembakar Lahan
SB, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan Apel Memperingati Hari Kesiapsiagaan dan simulasi bencana serta Hari Otonomi Daerah XXVII, kegiatan bertempat di Polsubsektor Jekan Raya Jalan Mahir Mahar KM 10 Palangka Raya, Rabu (26/04/2023).
Pada kegiatan itu digelar simulasi pembakaran lahan yang dilakukan oleh beberapa masyarakat, saat simulasi itu awalnya api hanya berskala kecil. Namun, ketika ada tiupan angin kencang, apipun mulai membesar dan merambah ke lahan sekitarnya secara meluas, sehingga warga yang membakar tak dapat memadamkan api yang sudah membesar dan menjalar ke lahan milik warga lainnya.
Karena besarnya api yang menjalar, oknum warga yang membakar lari meninggalkan lokasi. Sementara warga lain yang melihat kejadian pembakaran lahan dengan sengaja itupun langsung melaporkan kepada pihak berwajib.
Setelah mendapat laporan dari Masyarakat Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, beserta relawan pemadam kebakaran lainnya langsung turun ke lapangan menuju lokasi untuk memadamkan api yang telah membesar tersebut.
Setelah kobaran api bisa dikendalikan, tim gabungan yang memadamkan api langsung menghubungi TNI-POLRI, agar segera melakukan penanganan dan penangkapan terhadap pelaku pembakaran lahan dengan sengaja. Tak berselang lama TNI-POLRI berhasil menangkap pelaku pembakaran lahan untuk diproses secara hukum.
Sekaligus, kegiatan tersebut memperingati apel dan simulasi peringatan hari kesiapsiagaan terhadap bencana tahun 2023.
Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani menyampaikan simulasi yang dilakukan untuk mengtahui kesiapan dari tim yang bertugas saat ada bencana, dari bulan Januari hingga April 2023 telah terdapat tiga kasus kebakaran yang terjadi di Kelurahan Bukit Tunggal Kota Palangka Raya.
“Tiga kali kejadian, tetapi semuanya sudah bisa diatasi bersama dan rata-rata terjadi di Kelurahan Bukit Tunggal ini, kami pun sampai saat ini masih melakukan pemantauan untuk laporan karthutla dan selalu sigap dalam menghadapinya,” ucapnya.
Emi menambahkan, untuk meminimalisir bencana, pihaknya terus menggencarkan patroli karhutla guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, serta bencana kabut asap.
“Selain itu juga pihaknya juga memberikan edukasi kepada masyarakat bahayanya membakar lahan,” tutupnya. (mda/ok)