Lewati ke konten utama
Kotawaringin Barat

Panitia Kotawaringin Cup Turnamen Minta Masukan PSSI Kobar

Redaksi 19-08-2022, 10:46 WIB 1 menit baca
Panitia Kotawaringin Cup Nahwani, minta berdiskusi dengan pengurus Askab PSSI dan tokoh Sepakbola Kotawaringin Barat (Kobar), Ahmadi Riansyah di Lapangan Sampuraga Baru, pada Jumat (19/8/2022). FOTO : ISTIMEWA
Panitia Kotawaringin Cup Nahwani, minta berdiskusi dengan pengurus Askab PSSI dan tokoh Sepakbola Kotawaringin Barat (Kobar), Ahmadi Riansyah di Lapangan Sampuraga Baru, pada Jumat (19/8/2022). FOTO : ISTIMEWA

SB, PANGKALAN BUN - Insiden kericuhan yang berujung satu pemain bernama Egy harus dirawat di Rumah Sakit Imanudin Pangkalan Bun, akhirnya berdampak terhadap Turnamen Kotawaringin Cup, dan dihentikan oleh pihak keamanan. Meskipun pertandingan penyisihan tinggal beberapa hari saja.

Dengan penghentian Turnamen tersebut, Panitia Kotawaringin Cup, berharap ada solusi dengan mendatangi Askab PSSI Kotawaringin Barat (Kobar), dan Tokoh Sepakbola Kobar, di lapangan Sampuraga Baru, pada Jumat (19/8/2022). 

Panitia Turnamen Kotawaringin Cup, Nahwani, mengatakan kedatangannya kepada Askab PSSI Kobar, dan Tokoh Sepakbola Kobar, adalah ingin meminta masukan dan sumbangsih pikiran, khususnya berkaitan dihentikannya turnamen tersebut.

"Kita ingin ada solusi, terhadap Turnamen Kotawaringin Cup ini, karena sudah berjalan hampir dua bulan, dan harus dihentikan. Pihak panitia ini, juga sudah menyerahkan kasus hukum dan prosesnya tetap berjalan, apabila bisa diberikan kesempatan, agar bisa berjalan kembali," ucap Nahwani.

Camat Kotawaringin Lama (Kolam) ini, menambahkan pihaknya atau panitia tidak membenarkan kejadian kekerasan dalam pertandingan sepakbola, namun dihentikannya turnamen ini memberikan dampak buruk kepada panitia, serta hajat orang banyak. 

"Kami meminta masukan, dan bantuan dari PSSI Kobar agar nantinya bisa memberikan solusi, agar turnamen ini bisa berjalan kembali," tandasnya.

Sementara Ketua PSSI Kobar Tamel Otto menegaskan, pihaknya hanya memberikan saran, dan menyerahkan kepada panitia, agar berkomunikasi dengan kepolisian. Sebab kewenangan kepolisian menentukan, apakah turnamen bisa dilanjutkan atau tidak.

Lanjut Tamel Otto, harus diakui, berkaitan dengan ijin yang diberikan, dan polisi sudah memberikan warning, serta menegaskan menghentikan kegiatan tersebut. Ditambah lagi, saat ini proses hukum sedang berjalan, dan PSSI menghormati, serta sangat mendorong para pelakunya bisa ditindak tegas. 

"Kami mendorong panitia bisa berkomunikasi dengan kepolisian, khususnya Polres Kobar. Jadi PSSI Kobar tidak bisa memberikan rekomendasi apapun, sebab berkaitan dengan ijin, dan boleh atau tidaknya polisi yang menentukan," tandasnya. (adm)

 

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard