Lewati ke konten utama
DPRD Palangka Raya

Optimalkan Patroli Cegah Karhutla Makin Meluas

Redaksi 02-06-2023, 11:29 WIB 2 menit baca
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi. (FOTO:YUDHA)
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi. (FOTO:YUDHA)

SB, PALANGKA RAYA - Suhu panas ekstrem yang melanda di Kalimantan Tengah, terutama di Kota Palangka Raya menjadi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belakangan sudah marak terjadi.
Legislator Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota bersama sejumlah pihak terkait lainnya, agar mengoptimalkan petugas dan juga relawan agar meminimalisir terjadinya Karhutla.
"Setiap musim kemarau selalu diwarnai dengan peristiwa karhutla. Tentu ini harus menjadi perhatian semua pihak, tidak hanya pemerintah daerah melalui perangkatnya, tetapi juga masyarakat untuk proaktif mencegah terjadinya bencana karhutla," ucap Hasan, Jumat (02/06/2023).
Seperti dengan pihak BPBD Kota untuk terus mengoptimalkan patroli pemantauan dan pengawasan, bahkan kesiapan sarana serta prasarana pendukungnya termasuk pula masif melakukan sosialisasi dan edukasi waspada karhutla, maupun penegakkan hukum bagi mereka yang sengaja melakukan pembakaran lahan.
Kemudian begitupun untuk leading sektor seperti Dinas Kesehatan juga harus melakukan langkah persiapan di bidang kesehatan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
"Kita berharap bencana karhutla jangan terjadi lagi. Karena akan membawa banyak dampak, baik pada perekonomian dan kesehatan. Seperti terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) bagi masyarakat," beber Hasan.
Sementara itu lanjutnya, dari sudut pandang masyarakat atau pemangku kepentingan seperti tokoh agama, masyarakat dan adat diharap berperan aktif turut memberikan edukasi dan sosialisasi terkait kewaspadaan dini serta dampak buruk karhutla.
"Perlu kita cermati adalah soal membuka lahan dengan cara membakar, dimana selama ini bagi sebagian warga dianggap sebagai kearifan lokal atau kebiasaan. Pola ini tentu menjadi tantangan untuk diubah. Terutama memperkuat edukasi dampak besar membakar lahan di musim kemarau," demikian Hasan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian kebakaran lahan di wilayah kota Palangka Raya hampir setiap hari terjadi di beberapa kecamatan dan kelurahan yang ada di daerah setempat. Hal ini dipicu oleh suhu panas yang cukup ekstrem sehingga menyebabkan banyak titik panas mulai tersebar. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard