Lewati ke konten utama
Pemko Palangka Raya

Harga Pakan Ternak Naik Berpengaruh Pada Harga Ayam di Pasaran

Redaksi 10-06-2023, 10:10 WIB 1 menit baca
Salah satu lapak dipasar tradisional yang menjual daging ayam potong di Kota Palangka Raya. (FOTO:ISTIMEWA)
Salah satu lapak dipasar tradisional yang menjual daging ayam potong di Kota Palangka Raya. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Jelang hari besar keagamaan Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya melalui Dinas Perdagangan, Koperasi UKM dan Perisndustrian (DPKUKMP) akan memastikan ketersedian komoditas ayam potong di Kota setempat.

Kepala DPKUKMP Kota Palangka Raya, Samsul Rizal mengatakan, naiknya harga ayam potong di Kota Palangka Raya saat ini menjadi perhatian serius pihaknya.

“Kenaikan harga daging ayam itu disebabkan pengaruh harga pakan yang tinggi dan juga distribusi, sehingga mempengaruhi persediaan,” ungkapnya, Jumat (9/6/2023) di Palangka Raya.

Dia mengungkapkan, saat ini permintaan masyarakat terhadap ayam potong sejauh ini cukup tinggi terutama akan jelang Iduladha 1444 H, yang tidak sebanding dengan ketersediaan pasokan ayam, sehingga mengakibatkan harga jual tinggi.

“Kalau secara nasional, harga ayam potong ini mengalami kenaikan. Alasan utamanya sama, yakni disebabkan harga jual pakan sangat tinggi. Hal itu ditenggarai bahan utama pakan yakni jagung, dimana tanamannya gagal panen akibat el nino yang melanda di sebagian daerah Pulau Jawa,” beber Syamsul.

Sementara itu sambungnya, dalam mengatasi naiknya harga ayam potong, maka pemerintah daerah tidak bisa melakukan intervensi terhadap harga jual ayam. Terkecuali ada kebijakan dan solusi dari pemerintah secara terpusat.

“Mengapa Pemerintah Kota Palangka Raya tidak mungkin melakukan intervensi, disebabkan antara kesediaan bahan dengan permintaan pasar, lebih banyak permintaan pasar. Akhirnya harganya melonjak, dan saat itulah hukum ekonomi berjalan,” tukasnya.

Dia juga menjelaskan kenaikan harga ayam tentu sangat berbeda dengan kenaikan harga kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, LPG 3 kg, maka disinilah peran Pemko Palangka Raya bisa melakukan langkah operasi pasar dengan melibatkan lintas sektoral. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard