Lewati ke konten utama
Pemko Palangka Raya

Hingga Juni Ini Kota Palangka Raya Alami Karhutla Sebanyak 34 Kali

Redaksi 12-06-2023, 03:33 WIB 1 menit baca
Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani. (FOTO:YUDHA)
Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani. (FOTO:YUDHA)

SB, PALANGKA RAYA – Musim kemarau yang terjadi pada tahun ini merupakan kemarau kering, untuk itu beberapa pihak seperti dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama stakeholder dan instansi terkait bahu-membahu mengurangi resiko dari Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Berdasarkan data dari BPBD Kota Palangka Raya, bahwa dari mulai memasuki musim kemarau hingga pada 11 Juni 2023 telah sering terjadi Karhutla di Kota Palangka Raya dan total jumlahnya ada sekitar 34 kali karhutla.

Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani kepada awak media mengatakan, karhutla yang terjadi dalm setiap hari ada sekitar satu atau dua titik di wilayah Kota Palangka Raya.

“Untuk penanganan dilapangan Kami selalu berkoordinasi dengan relawan maupun tim dari Provinsi, sehingga jika ada kejadian karhutla, maka Kami akan saling berkoordinasi untuk menanggulangi Karhutla tersebut,” ucapanya, Senin (12/06/2023).

Dia menjelaskan, untuk kondisi lahan saat ini meski terkadang Kota Palangka raya diguyur hujan, namun karena cuaca panas yang cukup ekstrem maka lahan gambut akan cepat kering dan ini yang menyebabkan munculnya titik api.

“Seperti yang Kami lalukan kemaren Sore di daerah Bengaris 11 Palangkaraya, karena letaknya cukup jauh dari sumber mata air, maka Kami meminta bantuan ke Provinsi untuk di lakukan water boombing dilokasi tersebut,” ungkapnya.

Emi juga memperkiran akan terjadi Karhutla yang cukup intensif, apalagi jika masyarakat yang ingin membuka lahan dengan cara dibakar, tentunya hal ini harus dihindari, karena dampak karhutla sangat besar dan merugikan banyak pihak tentu saja. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard