Lewati ke konten utama
Pemko Palangka Raya

Ekosistem Gambut Punya Peranan Penting Minimalisir Perubahan Iklim

Redaksi 16-06-2023, 02:38 WIB 2 menit baca
Sekda Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu saat hadiri FGD RPEG. (FOTO:YUDHA)
Sekda Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu saat hadiri FGD RPEG. (FOTO:YUDHA)

SB, PALANGKA RAYA - Word Wide Fund for Nature (WWF) bekerjasam dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya menggelar kegiatan  Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Kota Palangka Raya 2023, bertempat di Hotel Luwansa, Jumat (16/06/2023).

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin melalui Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu, membuka secara langsung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya yang dibacakan Hera Nugrahayu menyampaikan, jika Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen melalui Visi dan Misi RPJMD Kota Palangka Raya mewujudkan Smart Environment (Lingkungan Cerdas).

“Ya, salah satu Sasaran Pembangunan yaitu Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup dengan indikator Menurunnya Pencemaran dan Perusakan Lingkungan, tak terkecuali ekosistem gambut yang ada di wilayah Kota Palangka Raya karena memiliki peranan penting dalam menjaga ekosistem serta meminimalisir perubahan iklim,” ucapnya.

Dia menambahkan, bahwa Gambut juga berperan penting dan aktif dalam penurunan emisi karbon, karena lahan gambut merupakan carbon sink yang baik. Oleh karenanya, penting untuk kita memahami lahan gambut dan manfaatnya untuk kelestarian lingkungan.

“Adanya RPPEG ini, tentunya sebagai salah satu upaya dalam pencegahan kerusakan ekosistem gambut, berupa penguatan kelembagaan Pemerintah, dan ketahanan masyarakat yang memerlukan upaya terpadu dari berbagai sektor baik termasuk juga keterlibatan Perusahaan pemegang izin Hutan Tanaman Industri (HTI),” ungkapnya.

Sementara itu, Fatkhurohman selaku Praktisi Lingkungan Hidup meyebut, jika kegiatan ini salah satu upaya dalam membantu Pemko Palangka Raya dalam rangka menjaga serta melestarikan ekosistem lahan gambut.

“Perlakuan lahan gambut di Palangka Raya berbeda dengan di Jawa, musuh utama dari gambut ini adalah jika ada drainase, karena drainase akan menyerap air, apalagi jika saat ini musim kemarau,” katanya.

Dia menambahkan, jika drainase terbuka maka akan bahaya sekali terutama pada saat musim kemarau seperti saat ini, karena kita tahu kalo gambut terbakar tidak dipermukaan melainkan di dalam tanah dan ini harus selalu diwaspadai.

Adanya kegiatan FGD ini sambungnya, tentunya akan membantu pemerintah dalam menangani kebakaran pada lahan gambut, nantinya juga setelah kegiatan ini juga aka nada kegiatan serupa yang diperuntukkan kepada masyarakat agar kemarau yang terjadi tak membawa dampak buruk pada kesehatan. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard