Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

September Inflasi Kalteng Aman, Tetapi Harus Selalu Waspada

Redaksi 11-09-2023, 02:36 WIB 1 menit baca
Staf Ahli Ekobang Kalteng, Yuas Elko saat menghadiri rapat bersama Mendagri secara virtual. (FOTO:ISTIMEWA)
Staf Ahli Ekobang Kalteng, Yuas Elko saat menghadiri rapat bersama Mendagri secara virtual. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Rapat Koordinasi (Rakor) pengendalian Inflasi 2023 bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian digelar secara virtual. Pada acara ini dihadiri oleh Staf Ahli (Sahli) Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur pada Senin (11/9/2023).

Usai menghadiri Rakor tersebut, Yuas Elko mengungkapkan, bahwa Inflasi di Kalteng hingga pada minggu pertama September 2023 masih terpantau aman dan terkendali.

“Meski terkendali namun tetap waspada terhadap harga-harga yang terjadi di tingkat pengecer ataupun grosir, karena pada situasi tertentu ada pihak-pihak yang akan menaikkan harga di pasaran,” kata Yuas.

Dirinya berharap situasi masih bisa terkendali dan inflasi Kalteng masih dalam tahap aman, sehingga tak menyulitkan masyarakat dalam mendapatkan komoditas di pasaran.

Pada saata Rakor itu Mendagri Tito Karnavian mengatakan, bahwa inflasi pada Agustus 2023 sebesar 3.27 persen (yoy) sedikit mengalami kenaikan dibandingkan inflasi Juli 2023.

Meski begitu dirinya mengingatkan agar terus untuk waspada terhadap komoditas peyumbang inflasi seperti Beras, cabai rawit dan cabe merah.

“Untuk cabe merah dan cabai rawit, diharapkan tiap kelauarga dapat menanam ditiap-tiap rumah, supaya tak ada kelangkaan komoditas tersebut,” ucap Tito dalam arahannya.

Dirinya juga berharap agar tiap daerah mengecek stok beras di daerahnya masin-masing serta mengecek kenaikan harga beras dan mencari solusi kenapa ada kenaikan harga komoditas itu.

Sementara itu Plt Kepala Badan pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, jumlah Kabupaten/Kota yang mengalami Indeks Perkembangan Harga (IPH) di minggu pertama September 2023 naik 22 persen.

“Kenaikan IPH terjadi di luar pulau jawa dan komoditas penyumbang utama IPH yaitu Cabai merah, cabai rawit, beras dan gula pasir,” tuturnya.

Sedangkan kenaikan harga beras dilevel eceran pada Agustus 2023 sejalan dengan kenaikan harga gabah ditingkat petani serta kenaikan harga beras dilevel penggilingan dan grosir. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard