Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Masyarakat Diminta Jaga Kesehatan dan Tetap Menggunakan Masker

Redaksi 03-10-2023, 10:55 WIB 1 menit baca
Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur, H Halikinnor saat meresmikan salah satu Musala di Kota Sampit sebelum terjadinya Karhutla. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur, H Halikinnor saat meresmikan salah satu Musala di Kota Sampit sebelum terjadinya Karhutla. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Asap tebal akibat dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur semakin parah. Kualitas udara di Kota Sampit juga sudah masuk kategori berbahaya bagi manusia.

Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur, H Halikinnor SH MM mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan menjaga kesehatan supaya terhindar dari berbagai penyakit pernapasan

"Kami imbau masyarakat kurangi dulu aktivitas di luar rumah saat kondisi udara diempat kita tidak baik seperti sekarang," kata Halikinnor, Selasa (03/10/2023).

Terutama bagi kelompok rentan seperti bayi di bawah lima tahun (balita), ibu hamil, lansia usia 45-59 tahun, dan lansia berusia lebih dari 60 tahun. Halikinnor juga mengimbau agar warga memakai masker medis ketika berada di luar ruangan, serta menjalankan pola hidup sehat.

"Masyarakat harus menerapkan hidup sehat yakni cek kesehatan secara rutin, rajin berolahraga, diet seimbang, istirahat yang cukup, dan kelola stres serta mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah," ucapnya.

Diketahui berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mengalami peningkatan, berada diangka 31 7 meter kubik berdasarkan ukuran PM 2,5. Level tersebut menandakan kualitas udara di Kotim berbahaya. Artinya, tingkat kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan serius. (f2/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard