Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Bupati Kotim Usulkan Tambahan 2,1 Juta Tabung Gas Elpiji 3 Kilogram

Redaksi 07-10-2023, 06:51 WIB 1 menit baca
Bupati Kotim H Halikinnor saat mengikuti kegiatan Seminar Umum Diseminasi Informasi BPH Migas dan DPR RI. (FOTO:AQMAR)
Bupati Kotim H Halikinnor saat mengikuti kegiatan Seminar Umum Diseminasi Informasi BPH Migas dan DPR RI. (FOTO:AQMAR)

SB, SAMPIT - Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur, Halikinnor mengusulkan penambahan kuota gas elpiji 3 kilogram sebanyak 2,1 juta tabung atau setara 6,4 juta kilogram untuk kebutuhan masyarakat miskin dan UMKM di 6 Kecamatan yang belum konversi

Usulan tersebut disampaikannya kepada perwakilan BPH Migas dan DPR RI yang hadir dalam Seminar Umum Diseminasi Informasi BPH Migas dan DPR RI, di Hotel Aquarius Sampit.

"Ini merupakan Kesempatan yang baik untuk menyampaikan aspirasi terkait kendala-kendala Kegiatan hilir migas atau distribusi migas yang terjadi selama ini di Kabupaten Kotawaringin Timur,” kata Bupati Kotim H Halikinnor, Sabtu (07/10/2023).

Halikin mengatakan, pemerintah daerah juga telah melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, untuk menyampaikan usulan terkait dengan penambahan kuota gas elpiji 3 kilogram tersebut.

Hal ini karena masih ada 6 kecamatan di Kotim yang belum dikonversi dari penggunaan minyak tanah ke gas elpiji. Padahal, rata-rata masyarakatnya sudah beralih menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar rumah tangga.

"Ada 6 Kecamatan yang belum konversi yaitu Kecamatan Kota Besi, Telawang, Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Telaga Antang, Antang Kalang. Karena memang pada kenyataannya masyarakat sudah beralih secara mandiri menggunakan elpiji tabung 3 kilogram," ujarnya.

Dirinya juga menyayangkan, sebab pada akhir tahun 2022 lalu gas elpiji 3 kilogram menjadi salah satu penyumbang inflasi di Kotim. Sehingga hal ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar segera bisa mendapatkan tambahan kuota sembari pemerintah mengevaluasi pendistribusian gas bersubsidi tersebut.

"Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI telah melaksanakan rapat teknis bersama stakeholder terkait proses konversi minyak tanah ke elpiji," tutup Halikinnor. (f2/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard