Sering Pemadaman Listrik, Omzet UMKM di Sampit Ambruk
SB, SAMPIT - Pemadaman Listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) kerap terjadi di wilayah Kota Sampit. Hari ini Rabu (27/12/2023) pemadaman listrik sudah terjadi dengan waktu sekitar empat jam lebih.
Akibatnya, sejumlah usaha usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengaku dirugikan dan terganggu dengan adanya pemadaman tersebut.
Salah satunya, Supervisor caffe di Jalan Tidar, Kecamatan Baamang, Kota Sampit Sandi, mengaku dirugikan dengan seringnya pemadaman listrik dilakukan dalam dua pekan terakhir ini.
"Jelas kita sebagai pengguna layanan terganggu dengan layanan yang seperti ini karena mati lampunya berjam-jam. Dari sekitar Jam 10:00 pagi sampai sekarang,” kata Dandi saat ditemuai Rabu (27/12/2023).
Ia menjelaskan, dengan kejadian seperti ini omsetnya alami penurunan yang normalnya minimal Rp 2 juta selama seringnya pemadaman listrik turun menjadi Rp 1 jutaan per hari.
"Layanan pembuatan minuman yang membutuhkan listrik tidak bisa digunakan. Wifi juga mati sedangkan banyak pekerja kantor yang sering berkunjung menghunakan layanan wifi. Kalau hari ini sangat sepih,” sebutnya.
Sementara Manager PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sampit Sesen, saat dikonfrimasi mengenai hal tersebut dirinya mengatakan masih dalam perbaikan proses pemasangan Fast Cut Out (FCO).
"Saat ini masih padam, proses pasang FCO, perkiraan 1,5 Jam lagi karena rencana ada pemasangan trafo juga. Itu saja datanya,” tuturnya saat dikonfirmasi. (f1/sb)