WBP Lapas Sampit Siap Berpartisipasi Sukseskan Pemilu
SB, SAMPIT - Dalam upaya menyukseskan Pemilu Tahun 2024, warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit mendapat sosialisasi teknis pemungutan suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (3/2/2024.
Tim dari KPU Kotim yang terlibat dalam sosialisasi tersebut terdiri dari Ketua KPU Kotim M Rifky beserta jajarannya bertugas menyampaikan informasi terkait mekanisme pencoblosan presiden dan kepala daerah pada pemilu mendatang.
Acara sosialisasi diawali dengan sambutan dari Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Meldy Putera membuka kegiatan tersebut dengan harapan agar informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh semua pihak sehingga pada saat pelaksanaannya nanti, hak pilih mereka dapat tersalurkan dengan baik.
"Sosialisasi ini agar Warga Binaan bisa mengetahui alur-alur baii itu mekanisme dan prosedur Pemilu 14 Februari mendatang," kata Meldy Putera, Minggu (4/2/2024).
Dia juga mengatakan, bahwa KPU Kotim menyediakan tiga tempat pemungutan suara (TPS) khusus di Lapas Kelas IIB Sampit.
"Melihat data jumlah DPT yang sudah ditetapkan oleh KPU Kotim, Lapas Sampit memiliki 3 TPS khusus yaitu TPS 901, 902 dan 903," ujarnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kotim M Rifky mengatakan, pihaknya menggelar sosialisasi ini agar Warga Binaan mengetahui seputar kepemiluan. Pasalnya mereka memilki akses informasi yang terbatas selama berada di Lapas, sehingga ada yang masih awam terhadap Pemilu.
“Kami memberikan informasi seperti berapa kertas suara yang akan didapat pada Pemilu nanti, penjelasan warna pada kertas suara, hingga siapa saja berhak dapat 5 kertas suara tersebut,” kata Ketua KPU Kotim M Rifky.
Ia juga mengatakan, warga binaan di Lapas Kelas IIB Sampit berjumlah 823 orang, terdiri dari 719 orang narapidana, dan 104 orang tahanan. Sehingga dirinya meniali sosialisasi tahapan pemilu tersebut sangat penting.
"Kami juga memberikan kesempatan bertanya kepada mereka yang belum paham. Dan semuanya kita sudah jelaskan mengenai hal hal yang belum mereka pahami," imbuhnya. (f1/sb)