Lewati ke konten utama
Provinsi

Suara Berkurang, Caleg Dapil 1 Kota Palangka Raya Geram

Redaksi 01-03-2024, 11:00 WIB 1 menit baca
Setiawan, Caleg DPRD Kota Palangka Raya saat melakukan protes karena suaranya tiba-tiba berkurang. (FOTO:ISTIMEWA)
Setiawan, Caleg DPRD Kota Palangka Raya saat melakukan protes karena suaranya tiba-tiba berkurang. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Caleg dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) daerah pemilihan (Dapil) I Kota Palangka Raya, Setiawan geram karena secara tiba-tiba suaranya hilang ratusan suara.

Diketahui hilangnya suara ditahui oleh Setiawan saat dilakukan rapat pleno perhitungan suara di Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Rabu malam (28/2/2024).

Menurut Setiawan, video dirinya yang mengamuk di media sosial tersebut dikarenakan ratusan suara dirinya secara tiba-tiba hilang begitu saja. Kehilangan suara itu, ujar Iwan, terjadi usai ada protes dari seorang saksi yang merupakan istri salah seorang caleg dari partai dan dapil yang sama dengannya.

Ditambahkannya, perolehan suara pribadinya awalnya mencapai 858 suara, namun setelah di protes oleh istri dari salah satu caleg yang merupakan saksi dari internal partai suaranya hilang dan menjadi 496 suara.

“Ini yang membuat saya tidak terima, soal menang atau kalah bagi saya tidak masalah, namun yang saya sayangkan adalah kenapa suara saya tiba-tiba berkurang,” sebut Iwan Obo sapaan akrab Setiawan.

Sebagai kader partai Gerindra, kata Iwan, ia tidak mempunyai saksi di tingkat kecamatan. Pada awalnya, dirinya memercayakan dengan saksi di internal partai. Namun kenyataannya, Iwan menuding bahwa di tubuh partai Gerindra tidak terlihat netral, berdasarkan kenyataan bahwa saksi merupakan istri dari salah seorang caleg.

“Bagaimana mau netral kalau saksi dari kecamatan itu saksi (istri) caleg nomor satu) bukan dari internal partai,” ungkapnya.

Setiawan mengaku akan mengawal proses perhitungan suara sampai ke tingkat kabupaten/kota. Selain itu, dirinya berencana akan mengajukan protes ke DPD Partai Gerindra.

 “Yang pertama saya akan melakukan protes ke tingkat DPD, memprotes perkara ini karena ini kan perkara internal, saya juga akan ke Bawaslu untuk protes terkait suara yang tiba-tiba berubah. Tapi saya akan lihat dulu hasil pleno di tingkat kabupaten/kota,” tambahnya. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard