Angka Stunting di Kotim Naik 35 Persen, Bupati Minta Evaluasi
SB, SAMPIT - Hasil survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa angka stunting di Kabupaten Kotim naik menjadi 35 persen, Bupati Kotim, Halikinnor meminta OPD terkait melakukan evaluasi.
"Perlu ditelusuri penyebab naiknya stunting di Kotim saat ini. Saya minta OPD terkait dirapatkan segera, karena kemarin kita sempat turun 22 persen sekarang naik jadi 35 persen," kata Halikinnor, Selasa (7/5/2024).
Pemerintah daerah baru saja menggelontorkan anggaran Rp 1 miliar untuk melaksanakan grebeg stunting membagikan susu dan telur kepada lokus stunting.
Namun ternyata datanya malah naik. Olehnya itu ia meminta kepada OPD terkait untuk mengecek apakah laporannya sudah akurat atau belum akurat.
"Supaya kita tahu pastinya. Untuk itu perlu evaluasi pasalnya targetnya 14 persen untuk tahun 2024," ujarnya.
Untuk itu, dirinya meminta Kepala dinas kesehatan beserta jajaran untuk dirapatkan langkah apa yang akan diambil termasuk memberdayakan Bunda PAUD di Kabupaten maupun di kecamatan beserta Tim Penggerak PKK dengan segala Pokja Posyandu.
"Termasuk masyarakat yang memang menjadi data stunting, orang tuanya harus lebih berusaha maksimal. Karena kemarin kita lakukan upaya bahkan memberikan inovasi grebek stunting tetapi memang proses fisik badan manusia butuh waktu secara bertahap," tandasnya. (f1/sb)