Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Petani Cabai di Kotim Gunakan Digital Farming

Redaksi 18-05-2024, 10:01 WIB 1 menit baca
Wabup Kabupaten Kotim, Irawati saat mengikuti panen perdana cabai oleh Kelompok Tani Marg Mulyo. (FOTO:ISTIMEWA)
Wabup Kabupaten Kotim, Irawati saat mengikuti panen perdana cabai oleh Kelompok Tani Marg Mulyo. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pertanian dari sisi sumber daya alam, dengan luas lahan perkebunan 102.391,7 HA dan jumlah sumber daya manusia berusia produktif sebanyak 212.379 (BPS,2024).

Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan, pertanian merupakan salah satu sektor penting dalam menyokong perekonomian di Kotim. Olehnya itu masalah yang dapat menimbulkan gejolak terhadap hasil produksi pertanian mengganggu kondisi ketahanan pangan menjadi fokus utama.

"Sampit kini memiliki digital farming dengan komoditas cabai yang dikelola oleh Kelompok Tani Margo Mulyo, serta sudah menghasilkan panen perdana,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Kelompok Tani Margo Mulyo ditunjuk langsung oleh Bank Indonesia perwakilan Provinsi Kalteng sebagai pilot project penerapan digital farming komoditas cabai.

Dirinya berharap kepada OPD teknis terkait dapat mensosialisasikan dan menerapkan digital farming ini kepada kelompok tani yang ada di Kotim khususnya di bidang pertanian holtikultura, sebagai salah satu solusi untuk menjaga ketersediaan dan ketahanan pangan di wilayah setempat.

"Kalau ini berhasil dan sukses diterapkan secara otomatis dapat mengendalikan angka inflasi di Provinsi Kalteng dan khususnya Kabupaten Kotim,” ujarnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard