Wabup Bacakan Pidato Pengantar Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2203
SB, SAMPIT - Wakil Bupati Kotim Irawati membacakan pidato pengantar Ranperda Pertanggungjawaban APBD Anggaran 2023, pada rapat Paripurna ke-4 DPRD Kotim pada Senin (10/6/2024).
Irawati mengatakan, secara umum kondisi perkonomian Kotim Tahun 2023 masih dipengaruhi oleh sistem perekonomian nasional dan global. Dengan sinkronisasi program/kegiatan dengan pemerintah pusat, provinsi dan memperhatikan dinamika permasalahan yang timbul di masyarakat.
"Melalui program kegiatan di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, terkendalinya inflasi dan dukungan regulasi yang kondusif terhadap peningkatan investasi, serta program-program prioritas lainnyadiharapkan perkonomian Kotim tumbuh semakin meningkat dan berkelanjutan,"kata Irawati.
Ia menjelaskan, realisasi pajak daerah sebesar Rp. 190.852.763.606,00 dengan persentase 52,49% dari targetsebesar Rp 363.591.294.050,00.
Realisasi retribusi daerah sebesar Rp.13.395.246.190,00 dengan persentase 67,11% dari target sebesar Rp. 19.959.018.386,00.
Realisasi pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp.1.812.069.557,91 dengan persentase 16,07% dari target sebesar Rp. 11.276.788.600,00.
"Realisasi lain-lain pendapatan asli daerah yang sah sebesar Rp.168.818.989.701,36 atau 117,85% dari target sebesar Rp. 143.250.520.100,00," ujarnya.
Realisasi pendapatan dana transfer (dana perimbangan pusat) sebesar Rp.1.339.043.521.376,00 dengan persentase 97,61% dari target sebesar Rp.1.371.829.168.000,00.
Realisasi dana penyesuaian (dana pusat lainnya) sebesar Rp. 176.151.966.000,00 atau sebesar 100% dari target sebesar Rp. 176.151.966.000,00.
"Realisasi dana bagi hasil pajak provinsi sebesar Rp.208.989.036.277,00 dengan persentase 98,83% dari target sebesar Rp. 211.464.836.000,00 dan untuk lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp.1.866.485.637,00," sebut Irawati.
Lanjutnya, adapun gambaran singkat tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) Kotim Tahun anggaran 2023.
"Pendapatan Rp. 2.297.523.591.136,00, Belanja Rp 2.457.932.557.380,00, penerimaan pembiayaan Rp. 207.836.047.664,67, pengeluaran pembiayaan Rp. 14.510.000.000,00 dan pembiayaan neto Rp 193.326.047.664,67," disampaikannya.
Sedangkan berdasarkan hasil kerja yang dicapai selama Tahun 2023 diantaranya, pendapatan Rp. 2.100.930.078.345,27, belanja Rp. 2.060.149.352.101,42, penerimaan pembiayaan Rp. 207.836.047.664, pengeluaran pembiayaan Rp. 67,14.510.000.000,00, pembiayaan neto Rp. 193.326.047.664,67, SILPA Rp. 234.106.773.908,52.
Terkait dengan rincian realisasi pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp.374.879.069.055,27 atau sebesar 69,67% dari target sebesar Rp.538.077.621.136,00.
Realisasi pajak daerah sebesar Rp. 190.852.763.606,00 dengan persentase 52,49% dari targetsebesar Rp. 363.591.294.050,00.
Realisasi retribusi daerah sebesar Rp.13.395.246.190,00 dengan persentase 67,11% dari target sebesar Rp. 19.959.018.386,00.
Realisasi pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp.1.812.069.557,91 dengan persentase 16,07% dari target sebesar Rp11.276.788.600,00.
Realisasi lain-lain pendapatan asli daerah yang sah sebesar Rp.168.818.989.701,36 dengan persentase 117,85% dari target sebesar Rp. 143.250.520.100,00.
Realisasi pendapatan dana transfer (dana perimbangan pusat) Rp.1.339.043.521.376,00 dengan persentase 97,61% dari target sebesar Rp.1.371.829.168.000,00.
Realisasi dana penyesuaian (dana pusat lainnya) sebesar Rp. 176.151.966.000,00 atau sebesar 100% dari target sebesar Rp. 176.151.966.000,00.
Realisasi dana bagi hasil pajak provinsi sebesar Rp.208.989.036.277,00 dengan persentase 98,83% dari target sebesar Rp. 211.464.836.000,00 dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp.1.866.485.637,00.
"Sehingga pendapatan dapat disimpulkan bahwa realisasi secara keseluruhan sebesar Rp.2.100.930.078.345,27 dengan persentase 91,44% dari target sebesar Rp.2.297.523.591.136,00," katanya.
Kemudian mengenai belanja Rp.2.457.932.557.380,00 hanya mampu terealisasi sebesar Rp.2.060.149.352.101,42 dengan persentase 83,82% dengan rincian sebagai berikut:
Realisasi belanja operasional sebesar Rp.1.537.185.770.843,69 dengan persentase 83,92% dari target Rp1.831.660.170.829,00.
Realisasi belanja modal sebesar Rp.249.443.369.668,73dengan persentase 80,14% dari target sebesar Rp.311.253.155.696,00.
Realisasi belanja tidak terduga sebesar Rp.1.809.076.166,00 dengan persentase 36,18% dari target sebesar Rp.5.000.000.000,00
Transfer (bagi hasil ke desa dan bantuan keuangan) sebesar Rp.271.711.135.423,00 dengan persentase 87,64% dari target sebesar Rp. 310.019.230.855,00.
Realisasi penerimaan pembiayaan sebesar Rp.207.836.047.664,67 dengan persentase 100% dari target sebesar Rp.207.836.047.664,67.
"Realisasi pengeluaran pembiayaan sebesar Rp.14.510.000.000,00 dengan persentase 100% dari target sebesar Rp. 14.510.000.000,00", tutupnya (f1/sb)