Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Pemprov dan IPB Kerjasama Kembangkan Budidaya Kepiting

Redaksi 24-06-2024, 02:18 WIB 2 menit baca
Pembuatan pagar kepiting metode Silvofishery di ekosistem mangrove Desa Teluk Bogem. (FOTO:ISTIMEWA)
Pembuatan pagar kepiting metode Silvofishery di ekosistem mangrove Desa Teluk Bogem. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PANGKALAN BUN – Pemprov melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalteng bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) University dalam bentuk MoU dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan.

Yaitu Pelatihan dan Pengembangan Budidaya Kepiting Bakau (Scylla serrata) dengan metode Silvofishery pada Ekosistem Mangrove di Desa Teluk Bogam, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu (23/6/2024).

Kegiatan yang dimulai sejak tanggal 21 Juni 2024 ini diawali dengan pelatihan yang dilanjutkan dengan pendampingan budidaya Kepiting Bakau (Scylla Serrata) metode silvofishery. Kegiatan pelatihan dan pendampingan dilakukan melalui pemberian teori dan praktek langsung di lapangan, yaitu pembuatan pagar kepiting. D

alam penyelenggaraan kegiatan tersebut, Tim Dislutkan Kalteng didampingi Tim Pemberdayaan Masyarakat dari FPIK IPB melibatkan masyarakat yang dibina, yaitu kelompok budidaya kepiting bakau Alam Indah Lestari Desa Teluk Bogam. Kelompok ini diberikan bantuan berupa alat tangkap Bubu sebanyak 10 buah untuk masing-masing anggota kelompok dan alat tangkap Jaring untuk dipakai per kelompok.

Bubu ini nantinya akan digunakan untuk menangkap kepiting, sementara jaring digunakan untuk menangkap ikan sebagai makanan atau umpan kepiting yang akan dibudidaya.

Kepala Desa Teluk Bogam M Yusran mengatakan bahwa masyarakat Desa Teluk Bogam sangat antusias dengan adanya kegiatan ini.

“Kami berterima kasih atas perhatian Gubernur Kalimantan Tengah Bapak H Sugianto Sabran yang telah memilih Desa Teluk Bogam ini menjadi lokasi kegiatan pelatihan dan pengembangan budidaya kepiting bakau dengan sistem silvofishery,” ungkap Yusran.

Menurutnya, di Desa Teluk Bogam memang banyak terdapat kepiting bakau dan pesisir pantainya juga memiliki hutan mangrove yang cukup baik, sehingga cocok untuk budidaya kepiting sistem silvofishery.

Sementara itu, Ketua Tim Pemberdayaan Masyarakat FPIK IPB Sulistiono mengatakan salah satu model perikanan kepiting yang cukup baik adalah model silvofishery.

“Silvofishery adalah salah satu konsep dalam pengelolaan sumber daya pesisir yang mengintegrasikan konservasi mangrove dengan budidaya air payau. Harapannya, melalui kegiatan ini masyarakat memiliki keterampilan yang lebih baik dalam memelihara atau membudidayakan kepiting sehingga masyarakat dapat memiliki pendapatan yang lebih baik,” kata Sulistiono.

Menanggapi hal ini, Kepala Dislutkan Kalteng, H Darliansjah yang ditemui secara terpisah menjelaskan bahwa kerja sama Pelatihan dan Pendampingan Budidaya Kepiting Bakau (Scylla Serrata) dengan Metode Sylvofishery pada Ekosistem Mangrove di Desa Teluk Bogam bersama FPIK IPB University ini sebagai dukungan terhadap komitmen Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah khususnya masyarakat pesisir yang bekerja pada sektor kelautan dan perikanan.

Kegiatan pelatihan budidaya kepiting bakau bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pesisir Kalimantan Tengah khususnya di Kabupaten Kobar melalui budidaya kepiting bakau dengan system silvofishery.

“Harapan kami melalui kerja sama ini, masyarakat pesisir Kalimantan Tengah memiliki kemampuan untuk melakukan kegiatan budidaya kepiting bakau dengan sistem silvofishery, agar nantinya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir terhadap potensi ekosistem mangrove. Kami pun berharap dengan pendampingan Tim Dosen dari FPIK IPB University dalam mengembangkan silfofishery, tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir Kalimantan Tengah, namun juga sekaligus menjaga kelestarian ekosistem mangrove,” tutup Darliansjah. (sb/mc)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard