Bantuan Ekskavator Belum Efektif Untuk Masyarakat
SB, SAMPIT - Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), H Hairis Salamad menilai bantuan ekskavator dari Pemerintah Kotim, khususnya di pedalaman belum efektif.
"Ini salah satu yang saya lihat, mungkin kami dari DPRD yang membidangi komisi tertentu nanti akan turun melihat bahwa bermanfaatnya sampai dimana alat yang sudah dianggarkan pemerintah daerah tersebut dan sistem penggunaannya bagaimana," kata Hairis, Senin (1/7/2024).
Ia menjelaskan, pihaknya sering mendapatkan aduan dari masyarakat berkaitan penggunaan jasa sewa ekskavator bantuan dari Pemerintah Kotim yang ada di setiap kecamatan dan merupakan program pemerintah saat ini.
"Karena diduga menurut informasi, masyarakat yang mau pakai banyak sekali persyaratan-persyaratan yang harus dilengkapi, sehingga bukannya meringankan masyarakat malah membebankan, hitung-hitungannya jika bicara dari sisi ekonomi lebih baik masyarakat itu menyewa ekskavator milik swasta daripada yang sudah dibantu pemerintah," tegasnya.
Apalagi lanjutnya, jika dihitung satu jam ekskavator mini itu upah sewa rata-rata sebesar Rp 300.000, sementara ketika mereka berkoordinasi dengan pengurus ekskavator milik pemerintah ini melebihi dari Rp 300.000.
Maka bukannya meringankan. Secara umum dari manajemen untung rugi sudah lebih besar dari swasta, sehingga tidak meringankan beban masyarakat.
"Seharusnya kalau ekskavator itu untuk fungsi dan kegunaannya membantu masyarakat harusnya lebih rendah harga sewanya daripada pengusaha yang memborongkan secara swasta. Saya dengar kemarin malah ada sampai Rp 400.000 hingga Rp 500.000 sewa ekskavator pemerintah ini, ada masyarakat yang sempat mengadu ke saya," tukasnya. (f1/sb)