Pakar Sebut Buah Kecubung Jenis Tanaman Liar
SB, PALANGKA RAYA - Pakar Adiksi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei, dr Firdaus Yanani mengtakan, bahwa buah Kecubung atau istilah ilmiahnya Datura Metel itu mengandung alkaloid seperti atropin, hiosiamin, dan skopolamin yang bersifat antikholonergik.
“Apabila masyarakat mengonsumsi buah itu dapat menimbulkan halusinasi sangat tinggi, terlebih lagi jika dalam jumlah banyak,” katanya saat dihubungai melalui sambungan telepon, belum lama ini.
Menurutnya, jika mengonsumi setengah dari buah kecubungnya itu saja sudah dapat menimbulkan halusinasi. Kecubung ini sebenarnya adalah tanaman liar dan mudah tumbuh di Indonesia yang beriklim panas.
“Banyak masyarakat yang membudidayakannya sebagai tanaman hias karena bunganya yang bagus seperti terompet,” sebutnya,
Menurutnya, selain menyebabkan halusinasi, efek sampinf dari mengonsumsi buah kecubung itu biasanya menyebabkan tekanan darah tinggi, detak jantung meningkat dan suhu badan meningkat.
“Terparahnya pada kasus terbaru juga dapat terjadinya kelumpuhan sistem otot pernafasan sehingga menyebabkan meninggal dunia,” tegasnya.
Dijelaskannya, ia sendiri praktik di dua Rumah Sakit Jiwa (RSJ), yakni Kalawa Atei Kalimantan Tengah dan Sambang Lihum Kalimantan Selatan.
“Untuk di Kalawa Atei sendiri sejauh ini belum ada pasien dampak dari buah kecubung. Namun untuk di Sambang Lihum sudah ada sekitar 50 pasien,” bebernya.
Dari beberapa pasien yang telah ditangani, mereka menyangkal telah mengkonsumsi buah kecubung melainkan sebuah pil yang biasa disebut zenith.
“Diduga di dalam pil koplo tersebut mengandung ekstrak dari buah kecubung yang hingga masih dilakukan penyelidikan oleh petugas kepolisian dan laboratorium kesehatan daerah,” ungkapnya.
Ia berpesan, apabila menemukan masyarakat yang diduga memiliki gejalan mengkonsumo buah kecubung itu maka dapat dilakukan memintanya untuk memuntahkannya.
“Kemudian segera diberi air putih yang banyak agar dapat keluar melalui air kencing. Apabila mengalami gejalan tekanan darah tinggi dan sulit bernafas dapat dibawa ke rumah sakit terdekat,” pungkasnya. (rk/sb)