Lewati ke konten utama
Provinsi

Hotspot Karhutla di Kalteng Mancapai 603 Titik

Redaksi 21-09-2024, 09:09 WIB 1 menit baca
Tampak kebakaran lahan yang terjadi di Kota Palangka Raya. (FOTO:ISTIMEWA)
Tampak kebakaran lahan yang terjadi di Kota Palangka Raya. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Ahmad Toyib menyebutkan hingga 19 September 2024 terpantau hotspot atau titik panas api di Kalimantan Tengah sebanyak 603.

“Ini berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya hingga 19 September 2024 pukul 00.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB, terpantau ada sebanyak 603 titik panas api se-Kalteng,” ungkap Ahmad Toyib kutif dari mmc Kalteng.

Dijelaskan Ahmad Toyib, wilayah yang terbanyak adalah berada di Kabupaten Katingan yaitu 155 titik, kemudian berada di Kabupaten Murung Raya sebanyak 93 titik.

Sedangkan Barito Selatan enam titik, Barito Timur dua titik, Barito Utara 13 titik, Gunung Mas 63 titik, Kapuas 71 titik, Kotawaringin Barat dua titik, Kotawaringin Timur 60 titik, Lamandau 24 titik, Kota Palangka Raya dua titik, Pulang Pisau 58 titik, Seruyan 30 titik dan Sukamara 24 titik.

Toyib menyebut, terjadinya peningkatan titik-titik api di beberapa daerah tersebut akibat cuaca panas yang terjadi dalam beberapa hari ini, sehingga dimanfaatkan masyarakat untuk membersihkan lahannya dengan cara dibakar.

“Hampir seluruh karhutla yang terjadi ini disebabkan oleh akibat perilaku manusia, perilaku manusia tersebut yaitu dengan sengaja melakukan pembersihan lahan dengan cara dibakar dan juga akibat kelalaian manusia itu sendiri sehingga menyebabkan terjadinya karhutla,” sambungnya. 

Dia pun mengajak pencegahan karhutla agar menjadi perhatian semua pihak, terutama masyakat itu sendiri untuk tidak melakukan aktivitas pembersihan lahan dengan cara pembakaran. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard