Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Gubernur Kalteng Lepasliarkan Lima Orang Utan di Hutan Kota Nyaru Menteng

Redaksi 21-05-2025, 05:33 WIB 2 menit baca
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran bersama kepala dinas foto bersama usai melakukan pelepasliaran orangutan, penanaman pohon dan penyeberan bibit ikan. (FOTO:MMC KALTENG)
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran bersama kepala dinas foto bersama usai melakukan pelepasliaran orangutan, penanaman pohon dan penyeberan bibit ikan. (FOTO:MMC KALTENG)

SB, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, H Agustiar Sabran, secara resmi melepasliarkan lima ekor orang utan ke habitat alaminya di kawasan Hutan Kota Nyaru Menteng Berkah, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Rabu (21/5/2025).

Pelepasliaran ini merupakan bagian dari komitmen konservasi yang lebih luas untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan hayati Kalimantan Tengah.

Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya pelestarian sumber daya alam di Kalteng, yang memiliki wilayah seluas 15,3 juta hektare, dengan 11,9 juta hektare di antaranya merupakan kawasan hutan.

Kawasan ini terdiri dari hutan produksi 8,95 juta ha, hutan lindung 1,35 juta ha dan hutan konservasi 1,62 juta ha.

“Wilayah kawasan hutan ini memiliki peran penting sebagai penyangga kehidupan, pengatur tata air, dan sumber keanekaragaman hayati yang sangat potensial untuk mendukung pembangunan,” jelas Gubernur.

Agustiar juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) atas dedikasi dan konsistensinya dalam melestarikan orang utan di Kalimantan Tengah.

Pelepasliaran kali ini merupakan yang ke-45 kalinya dilakukan Yayasan BOS di wilayah Kalteng, dengan lokasi tujuan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

“Pelepasliaran ini bukan sekadar mengembalikan satwa ke habitatnya, melainkan juga mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga warisan alam Kalteng,” ujar Gubernur.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan.

Selain pelepasliaran orang utan, kegiatan ini juga mencakup penanaman 500 batang pohon di area terbuka Hutan Kota Nyaru Menteng Berkah. Jenis pohon yang ditanam meliputi belangeran serta pohon buah seperti sawo, kelengkeng, petai, dan jengkol. Penanaman ini menjadi tahap awal dari pencanangan program penanaman satu juta bibit pohon di seluruh Kalimantan Tengah.

Di sektor perairan, dilakukan pula restocking ikan lokal ke wilayah Danau Tahai, dengan jumlah 100.000 ekor ikan betok (bapuyu) dan 1.250 ekor ikan kalui (gurame).

Menurut Plt Sekda Kalteng, Leonard S. Ampung, pelepasliaran ini merupakan tahapan akhir dari proses panjang rehabilitasi oleh Yayasan BOS, agar orang utan dapat hidup secara mandiri di habitat alaminya.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah Provinsi, Ketua Pembina Yayasan BOS Willie Smith, Ketua Yayasan BOS Jamartin Sihite beserta jajaran, serta Camat, Lurah, dan Kelompok Nelayan Simpei Karuhei.

Gubernur Agustiar berharap kegiatan ini menjadi simbol kerja sama lintas sektor dalam mewujudkan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi berkah dan memberikan manfaat nyata bagi alam dan generasi mendatang,” pungkasnya. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard