Gubernur Agustiar Stop Truk CPO, Ultimatum Perusahaan
SB, SAMPIT - Jalan Lingkar Selatan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendadak ramai dan penuh perhatian publik pada Rabu malam, ketika Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran secara mendadak menghentikan sebuah truk pengangkut crude palm oil (CPO) bermuatan 16 ton yang diduga melanggar batas tonase.
Peristiwa itu terjadi Rabu (4/6/2025) sekitar pukul 19.35 WIB saat Gubernur Kalteng dalam perjalanan menuju Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat. Alih-alih melintas begitu saja, Agustiar memutuskan untuk turun langsung ke jalan dan melakukan inspeksi mendadak (sidak), didampingi oleh Bupati Kotim Halikinnor dan Kapolres Kotim.
Truk yang dihentikan diduga milik salah satu perusahaan kelapa sawit yang sering kali melintasi Jalan Lingkar Selatan dengan muatan berlebih. Gubernur pun langsung menegur sopir truk dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak perusahaan.
"Kasih tahu direktur perusahaannya, kalau direktur perusahaannya nggak datang, akan kami tahan terus nih," ujar Agustiar kepada sopir, pada Rabu (4/6/25).
Lebih lanjut, Agustiar menegaskan bahwa sanksi tegas akan dijatuhkan sesuai Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2012.
"Akan ada sanksi. Yang pertama, Perda Nomor 12 Tahun 2012, denda Rp50 juta atau kurungan satu tahun. Tapi bukan Bapak (sopir) yang nanggung, perusahaan yang harus bertanggung jawab," katanya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan pentingnya kepatuhan perusahaan terhadap aturan, terutama yang berkaitan dengan batas muatan kendaraan.
Menurutnya, infrastruktur jalan yang dibangun dengan dana besar akan cepat rusak jika terus dilanggar. Jalan Lingkar Selatan Sampit sendiri merupakan proyek strategis Pemprov Kalimantan Tengah yang bertujuan mengalihkan arus kendaraan berat dari pusat kota.
Tahun ini, anggaran puluhan miliar rupiah telah digelontorkan untuk menyelesaikan pembangunan jalan tersebut, agar masyarakat dapat melintasi dengan aman.
"Kita sudah bangun jalan ini dengan dana besar. Jangan dirusak hanya karena kelalaian atau kesengajaan perusahaan. Kami akan konsisten menjaga infrastruktur ini," tegas Agustiar. (SB)