Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Tinggi Kasus Peredaran Narkoba, BNK dan Polres Kotim Sinergi Lakukan Pencegahan

Redaksi 05-06-2025, 08:58 WIB 2 menit baca
Kepala BNK, Irawati dan Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melaksanakan pemusnahan barang bukti sabu. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Kepala BNK, Irawati dan Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melaksanakan pemusnahan barang bukti sabu. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) salah satu wilayah paling tinggi kasus peredaran narkoba. Sebagai langkah mencegah masuknya barang haram itu, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) bersama Polres Kotim terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba. 

Strategi tersebut diwujudkan melalui tes urine menyeluruh, edukasi masyarakat, dan pemberdayaan informasi dari warga untuk memberantas peredaran gelap narkotika.

Hal ini disampaikan Ketua BNK Kotim, Irawati saat mengikuti kegiatan pemusnahan barang bukti Satresnarkoba Polres Kotim, Kamis (5/6/2026).

Ketua BNK Kotim, Irawati menyatakan bahwa pemusnahan barang bukti narkoba yang digelar bersama Polres Kotim menjadi bukti nyata keseriusan berbagai pihak dalam memerangi narkoba.

“Ini adalah bentuk nyata sinergi antara pemerintah, Polres, dan masyarakat. Kami tidak hanya menindak, tetapi juga aktif dalam pencegahan melalui tes urine seluruh ASN dan sosialisasi ke sekolah-sekolah serta organisasi masyarakat,” ujar Irawati.

Ia menegaskan, pencegahan harus dilakukan dari berbagai lini, mulai dari lingkungan kerja hingga pendidikan, agar generasi muda terlindungi dan masa depan Kabupaten Kotim tetap terjaga.

Sementara itu, Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, menambahkan bahwa pihaknya juga secara rutin melakukan tes urine di berbagai sektor, baik di lingkungan pemerintahan, swasta, hingga ke tingkat desa dan sekolah.

“Kami ingin upaya pencegahan ini dilakukan secara masif dengan harapan bisa mewujudkan Kotim sebagai wilayah Zero Narkoba. Ini tentu bukan hanya pekerjaan Polri, tapi pekerjaan kita bersama,” tegas Kapolres.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para penggiat anti narkoba yang telah aktif menyuarakan bahaya narkotika dan memberi informasi penting kepada kepolisian.

“Tanpa peran serta masyarakat, tanpa informasi dari warga, maka kinerja Polri dalam pemberantasan narkoba tidak akan maksimal. Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat Kotim dan lembaga adat yang terus mendukung upaya ini,” tambahnya.

Kapolres berharap agar setiap pelaku tindak pidana narkotika bisa diproses hukum secara maksimal saat kasusnya disidangkan, sebagai bentuk efek jera dan pelajaran bagi yang lain.

Dengan sinergi antara penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat, Kabupaten Kotim optimis dapat menekan peredaran narkoba dan melindungi masa depan generasi mudanya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard