APEL GABUNGAN : Tim gabungan menggelar simulasi pencegahan karhutla di halaman PT ASP Jabiren Raya. (FOTO:ISTIMEWA)
SB, PULANG PISAU - Guna mencegah dan mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah, Kecamatan Jabiren Raya menggelar apel gabungan dan simulasi pencegahan karhutla.
Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Kantor Antang Sawit Perkasa (ASP), Kamis (19/1/2023) dihadiri Unsur Tripika, Mangala Agni, Kepala Desa dan Tim Pemadam Api dari ASP.
Kapolsek Jabiren Raya, Ipda Zendri Padomuan Habeahan mengatakan, kegiatan apel gabungan dan simulasi. Pencegahan karhutla ini merupakan kegiatan gabungan bersama PT ASP dengan melibatkan pelatih dari Manggala Agni dan Polsek serta pihak TNI.
Dengan tujuan kata Zendri, menyiapkan SDM serta pengecekan peralatan dan sarana prasarana (Sapras) sehingga jika sewaktu waktu diperlukan sudah siap.
"Apabila nantinya ada Karhutla, anggota dan alat sudah siap melaksanakan pemadaman secara efektif dan efesien," tandasnya
Kapolsek juga berharap kepada pihak terkait kita saling bersinergi dan saling membantu dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
"Selanjutnya, kami akan melakukan apel dan simulasi beberapa desa di Kecamatan Jabiren Raya sebagai langkah persiapan dan antisipasi," pungkasnya.
Sementara itu, Daop Manggala Agni wilayah Kapuas-Pulang Pisau Aswaludin menyambut, baik kegiatan apel gabungan simulasi ini dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.(Karhutla) Ini.
"Kami dari Mangala Angni memberikan pelatihan bagaimana cara mengunakan peralatan di lapangan dengan baik dan benar, tepat dan efesien," jelasnya.
Terpisah Manejer PT ASP Cahyadi mengatakan, kegiatan Pel Gabungan dan Simulasi pencegahan Karhutla ini yang dilaksanakan ini merupakan kegiatan lanjutan. Dengan harapan para personil dan peralatan sudah siap, jika sewaktu-waktu terjadi Karhutla sehingga dapat diantisipasi sejak dini.
"Berdasarkan ramalan BMKG beberapa minggu kedepan cuaca kering dan intensitas curah hujannya semakin menurun sehingga diperlukan kesiapsiagaan dan waspada dengan kondisi alam ini," pungkasnya. (dm/ok)