Lewati ke konten utama
Pemkab Kapuas

Kodim 1011 KLK Dorong Percepatan Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kapuas dan Pulang Pisau

Redaksi 08-11-2025, 12:35 WIB 2 menit baca
Dandim 1011/KLK Letkol Inf Pamungkas Army Saputro saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) lintas daerah
Sekda Kapuas Dr. Usis I. Sangkai, Kepala BPKAD Kapuas Marlina Kasfiyatie, perwakilan Disdagperinkop UKM Kapuas Rustam Efendi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pulang Pisau Hayes Hendra, Kadis Perindagkop Pulang Pisau Elieser Jaya, serta Kepala BPKAD Pulang Pisau Ferdinand Yacob di Ruang Rapat Makodim 1011/KLK, pada Jumat (7/11/2025). FOTO: FADLI/SB
Dandim 1011/KLK Letkol Inf Pamungkas Army Saputro saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) lintas daerah Sekda Kapuas Dr. Usis I. Sangkai, Kepala BPKAD Kapuas Marlina Kasfiyatie, perwakilan Disdagperinkop UKM Kapuas Rustam Efendi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pulang Pisau Hayes Hendra, Kadis Perindagkop Pulang Pisau Elieser Jaya, serta Kepala BPKAD Pulang Pisau Ferdinand Yacob di Ruang Rapat Makodim 1011/KLK, pada Jumat (7/11/2025). FOTO: FADLI/SB

SB, KUALA KAPUAS – Komando Distrik Militer (Kodim) 1011/KLK mendorong percepatan pembangunan fisik Koperasi Merah Putih (KMP) di wilayah Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Hal tersebut ditegaskan Dandim 1011/KLK Letkol Inf Pamungkas Army Saputro saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) lintas daerah yang digelar di Ruang Rapat Makodim 1011/KLK, pada Jumat (7/11/2025).

Rakor ini dihadiri Sekda Kapuas Dr. Usis I. Sangkai, Kepala BPKAD Kapuas Marlina Kasfiyatie, perwakilan Disdagperinkop UKM Kapuas Rustam Efendi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pulang Pisau Hayes Hendra, Kadis Perindagkop Pulang Pisau Elieser Jaya, serta Kepala BPKAD Pulang Pisau Ferdinand Yacob.

Selain itu, turut hadir lintas sektor terkait dari kedua kabupaten, seperti Disdagkop dan UKM, BPKAD, serta DPMD.

Dandim menjelaskannya pemerintah pusat menargetkan pembangunan 80 ribu gerai Koperasi Merah Putih secara nasional pada Januari 2026 mendatang. Khusus untuk Kalimantan Tengah, Kabupaten Kapuas menargetkan pembangunan 231 gerai, sesuai jumlah desa dan kelurahan, sedangkan Kabupaten Pulang Pisau menargetkan 99 gerai.

"Pembangunan fisik KMP akan dilaksanakan oleh TNI, sesuai Surat Keputusan Bersama Lima Menteri, di mana Kementerian Pertahanan menjadi salah satu penanggung jawab utama program ttersebut Luas bangunan fisik KMP ditetapkan seragam, yakni 20 x 30 meter," jelas Dandim.

Dandim mengakui tantangan pembangunan cukup besar, terutama di wilayah Kalteng, mulai dari kesiapan lahan di desa, kebutuhan penimbunan, pancangan lantai, hingga keterbatasan anggaran menjadi kendala yang harus atasi bersama.

"Karena itu, Pemda, TNI, dan masyarakat harus gotong royong," ucapnya.

Dandim juga menyambut baik kebijakan Kementerian Kesehatan yang mengizinkan pembangunan gerai KMP di area Pos Kesehatan Desa (Postu) sepanjang memiliki lahan yang memadai.

Dirinya meminta dinas terkait di Kapuas dan Pulang Pisau segera mendata kondisi riil lapangan, agar percepatan pembangunan bisa dilakukan tepat sasaran. Hal itu disampaikan dalam Rakor menjadi langkah awal konsolidasi antara Kodim 1011/KLK dengan dua pemerintah daerah, guna memastikan pembangunan Koperasi Merah Putih berjalan efektif dan sesuai potensi wilayah masing-masing.

"Harapan kita, KMP segera berjalan sesuai tujuannya, menjadi wadah ekonomi kerakyatan yang kuat dan mandiri," pungkas Dandim.

Sekda Kapuas Dr. Usis I. Sangkai menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas untuk mendukung penuh program tersebut, agar dapat berjalan sesuai dengan yang sudah ditetapkan. 

"Kami minta BPKAD mendata aset daerah di desa-desa yang bisa dimanfaatkan untuk lokasi gerai KMP. Jika memungkinkan, aset tersebut bisa menjadi opsi pembangunan, dan mekanisme pengaturannya akan kita siapkan," tegas Usis.

Sementara Kadis Perindagkop Pulang Pisau Elieser Jaya melaporkan dari total rencana pembangunan, sebanyak 19 titik di Pulang Pisau sudah siap secara awal.

"Namun tidak semua desa dapat menerapkan desain bangunan standar, karena kondisi lahan yang berbeda-beda," ungkapnya. (f4/sb) 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard