Istri Korban Pembunuhan Satpam PT AWL Desak Polisi Tangkap Pelaku dan Tuntut Hak Suami
SB, SAMPIT – RM (45), istri almarhum Barlan yang merupakan karyawan PT Agro Wahana Lestari (AWL), mendesak pihak kepolisian segera mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan suaminya. Barlan ditemukan tewas secara mengenaskan di areal kebun warga Desa Tanah Haluan, Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
“Yang pasti dibunuh, ujar salah satu petugas kepada saya,” kata RM saat ditemui, Kamis (13/11/2025).
RM berharap aparat kepolisian segera mengungkap kasus ini agar pelaku bisa diadili dan keluarga mendapatkan keadilan. Ia mengaku masih diliputi rasa duka dan kegelisahan atas kematian suaminya.
“Harus segera ditangkap pelakunya, hukum seberat-beratnya,” tegas RM.
Selain menuntut keadilan atas kematian suaminya, RM juga menyoroti sikap perusahaan tempat suaminya bekerja. Ia menilai PT AWL tidak bertanggung jawab atas hak-hak almarhum. Menurutnya, perusahaan membuat surat keterangan bahwa suaminya mengundurkan diri, padahal berdasarkan laporan kepolisian, korban ditemukan meninggal dunia setelah berangkat bekerja.
“Masuk akal kah, suami saya yang meninggal di tengah hutan setelah berangkat kerja dibuat seolah mengundurkan diri? Karena keterangan itu, BPJS milik suami saya tidak bisa dicairkan,” ujarnya sambil menunjukkan bukti dokumen yang dimilikinya.
RM menegaskan, jika pihak perusahaan tidak segera menyelesaikan hak-hak almarhum suaminya, ia berencana akan melaporkan hal tersebut ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker).
“Kalau begini, saya berencana melaporkan PT AWL ke Disnaker,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, jenazah Barlan yang bekerja sebagai petugas keamanan (satpam) di PT Agro Wahana Lestari ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada Rabu (18/6/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.
Korban ditemukan di areal kebun milik warga di Desa Tanah Haluan, Kecamatan Bukit Santuai, setelah dilaporkan hilang selama lima hari. Tubuh korban masih dalam keadaan utuh, namun bagian wajahnya sudah tinggal tulang belulang.
Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian dan siapa pelaku di balik peristiwa tragis tersebut. (f1/sb)