Realisasi dan Kontribusi PBS Jadi Pertanyaan, Aksi Blokade Jangan Ada Masyarakat Dirugikan
PALANGKA RAYA - Ketua Umum Fordayak Kalteng, Bambang Irawan mempertanyakan hasil kesepakatan terkait perbaikan jalan Kurun-Palangka Raya. Dimana masyarakat dan beberapa ormas kembali mempertanyakan jalan yang belum ada realisasi perbaikan.
Satu sisi lagi pihak Perusahaan Besar Swasta atau biasa disebut PBS juga telah berkontribusi terkait perbaikan jalan dan diberi waktu melewati jalan sampai tahun 2023, satu sisi masyarakat bertanya realisasi PBS itu sejauh mana, apakah semua PBS sudah berkontribusi atau semua belum.
“Ini perlu transparansi dari pimpinan daerah untuk segera menyikapi dan memberikan laporan progres laporan perbaikan jalan, tentunya laporan terkait penggunaan hasil urunan PBS untuk perbaikan jalan tersebut, sejauh mana,” ungkap Bambang melalui rilisnya, pada Selasa (19/7/2022).
Lanjut tambah dia, jangan sampai aksi ini mengorbankan masyarakat maupun kelompok yang merupakan masyarakat Dayak tersangkut masalah hukum, dengan melaksanakan aksi pembuatan blockade atau penyetopan kendaraan di jalan umum.
“Pimpinan daerah maupun pihak yang telah dipercaya, atau pihak ketiga harus segera melaporkan progres sampai mana urunan dana tersebut dipergunakan. Sebab hal tersebut bentuk komitmen, yang bertujuan untuk kebaikan bersama, terutama perbaikan jalan yang dirasakan masyarakat umum,” tegas Bambang.
Kemudian, ia pun dengan tegas apabila hal ini belum ada pemecahan atau solusi baik pihak kepala daerah, maupun pihak yang berkomitmen untuk dipercaya memperbaiki jalan, maka dengan tegas kepada owner-owner perusahaan untuk menyetop kontribusi mereka terhadap perbaikan jalan.
“Alangkah baik kontribusi tersebut dirapat ulang, bawa unsur ormas, dan owner duduk bersama, perbaikan jalan tersebut kita laksanakan swakelola, dengan progres yang dipantau oleh masyarakat luas,” ungkap Bambang dengan tegas. (ok)