Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Luas Areal Perkebunan Sawit di Kotim Terus Meningkat Selama Lima Tahun Terakhir

Redaksi 21-01-2026, 03:38 WIB 2 menit baca
Tampak salah satu Perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotim. (FOTO:ISTIMEWA)
Tampak salah satu Perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotim. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Perkembangan luas areal perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menunjukkan peningkatan yang konsisten dari tahun 2020 hingga 2024. Data resmi mencatat adanya ekspansi bertahap yang menandai pertumbuhan sektor kelapa sawit di wilayah tersebut.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim, Eddy Surahman, menyampaikan bahwa peningkatan tersebut berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah yang tercantum dalam publikasi angka tahun 2025.

“Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah dalam publikasi angka 2025, memang mengalami peningkatan,” ujar Eddy, Selasa (21/1/2026).

Ia menjelaskan, luas areal perkebunan kelapa sawit di Kotim tercatat sebesar 4.594,63 kilometer persegi pada tahun 2020. Luasan tersebut meningkat menjadi 4.600,31 kilometer persegi pada tahun 2021, lalu kembali bertambah menjadi 4.604,12 kilometer persegi pada tahun 2022.

Peningkatan berlanjut pada tahun 2023 dengan luas mencapai 4.613,44 kilometer persegi, dan kembali bertambah pada tahun 2024 menjadi 4.621,26 kilometer persegi.

“Luas yang tercatat tersebut merupakan akumulasi dari perkebunan besar negara, perkebunan swasta, dan perkebunan rakyat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Eddy menyebutkan bahwa selama lima tahun terakhir luas areal perkebunan kelapa sawit di Kotim mengalami pertumbuhan yang stabil. Meskipun kenaikan setiap tahunnya terbilang moderat, konsistensi tersebut menunjukkan sektor kelapa sawit terus berkembang tanpa adanya pengurangan area.

Menurutnya, peningkatan luas perkebunan kelapa sawit juga memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja serta pertumbuhan perekonomian lokal. Namun demikian, ia menekankan pentingnya pengelolaan perkebunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Pengembangan sektor ini harus tetap diimbangi dengan penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan agar dampak sosial dan lingkungan dapat diminimalisir,” tambahnya.

Dengan data tersebut, kelapa sawit dinilai masih menjadi sektor strategis yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan diharapkan terus mendorong optimalisasi pengelolaan perkebunan secara bertanggung jawab agar pertumbuhan dapat berlangsung seimbang dan berkelanjutan. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard