Disdik Kotim dan BNNK Dukung Integrasi Kurikulum Anti Narkoba di Sekolah
SB, SAMPIT – Sebagai wujud kolaborasi antara Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dalam memperkuat benteng pertahanan generasi muda dari ancaman narkoba, Disdik Kotim bersama Kepala BNN Kabupaten Kotawaringin Timur bersama Tim P2M menghadiri launching Integrasi Kurikulum Anti Narkoba dalam rangka program “Ananda Bersinar”, Senin (16/2/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur, Yolanda Lonita Fenisia, mengapresiasi langkah strategis tersebut sebagai bentuk komitmen bersama melindungi pelajar dari bahaya narkotika yang semakin kompleks dan menyasar usia sekolah.
“Langkah ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk membentengi generasi muda dari ancaman narkotika yang kini semakin kompleks dan menyasar usia sekolah,” ujar Yolanda.
Menurutnya, integrasi materi anti narkoba ke dalam kurikulum diharapkan mampu memberikan pemahaman sejak dini tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, sekaligus membangun karakter pelajar yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
“Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mendukung Asta Cita Presiden RI melalui sinergi pendidikan dan pencegahan sejak dini,” katanya.
Ia menegaskan, Dinas Pendidikan Kotim berkomitmen memproteksi masa depan generasi muda melalui penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah, sehingga sekolah benar-benar menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak secara utuh.
“Sekolah harus menjadi oase yang aman dan nyaman bagi peserta didik, tidak hanya bebas dari kekerasan fisik, tetapi juga terlindungi dari perilaku yang merusak fisik, mental, hingga spiritual murid,” tegasnya.
Yolanda menambahkan, ke depan pihaknya akan memperkuat implementasi program melalui pelatihan guru, pelibatan aktif murid, serta penguatan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung nilai-nilai hidup sehat dan bebas narkoba.
“Nilai-nilai anti narkoba tidak boleh berhenti sebagai teori semata, tetapi harus menjadi gaya hidup di lingkungan sekolah,” pungkasnya. (f1/SB)