Wabup Kotim Respons Kelangkaan Elpiji 3 Kg Saat Ramadan 2026
SB, SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, merespons keluhan warga terkait kelangkaan elpiji subsidi 3 kilogram atau yang dikenal sebagai gas melon sejak memasuki bulan suci Ramadan 2026.
Irawati menjelaskan, gangguan distribusi tersebut diduga dipicu oleh kendala pada Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Pelangsian.
“Kelangkaan elpiji 3 kg belum monitor, tapi kalau yang disampaikan adanya kerusakan alat. Terus apalagi (ada yang) disegel Polda dan tidak bisa pengisian,” kata Irawati, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, karena SPBE terdekat berada di Pelangsian dan saat ini mengalami kendala, sejumlah agen di Kotim terpaksa melakukan pengisian ke Pangkalan Bun.
“Karena SPBE yang terdekat di Pelangsian akhirnya ada agen-agen yang mengisi ke Pangkalan Bun. Sebenarnya tidak langka, pengisiannya terganggu,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, warga di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur mengeluhkan sulitnya mendapatkan elpiji 3 kilogram sejak awal Ramadan. Kondisi ini terjadi di berbagai titik, mulai dari wilayah Samuda hingga pusat Kota Sampit.
Alih-alih disibukkan dengan tren “war takjil” seperti di sejumlah daerah lain, warga justru harus berburu gas subsidi untuk memenuhi kebutuhan memasak sahur dan berbuka puasa.
Sejumlah pangkalan dilaporkan kehabisan stok, sehingga memicu antrean dan keluhan masyarakat. Warga berharap distribusi elpiji subsidi segera kembali normal agar aktivitas rumah tangga selama Ramadan tidak terganggu. (f1/SB)