Ramadan Berkah, ODOJ Kalteng Apresiasi 250 Guru Ngaji di Sampit
SB, SAMPIT – Komunitas One Day One Juz (ODOJ) Kalimantan Tengah kembali menyalurkan bantuan kepada para guru ngaji di Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (7/3/2026).
Tahun ini, sebanyak 250 paket apresiasi dibagikan kepada para pengajar Al-Qur’an yang tersebar di wilayah Sampit dan sekitarnya.
Ketua Pengurus Provinsi ODOJ Kalteng, Sri Rejeki Syachwani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap peran para guru ngaji yang selama ini menjadi ujung tombak dalam membimbing masyarakat mempelajari Al-Qur’an.
“Guru ngaji itu merupakan ujung tombak terselenggaranya kegiatan mengaji setiap hari. Tanpa adanya guru ngaji, tidak ada yang bisa membimbing masyarakat untuk membaca Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia menjelaskan, para penerima bantuan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari guru ngaji keliling, guru ngaji kampung, pengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), hingga guru ngaji yang berada di daerah pelosok. Seluruh penerima tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.
Program tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan yang digagas komunitas ODOJ melalui gerakan Ramadan Bersama Al-Qur’an, yang telah dilaksanakan secara rutin selama beberapa tahun terakhir.
Selain menyalurkan apresiasi kepada para guru ngaji, ODOJ Kalteng juga menjalankan sejumlah program pembinaan Al-Qur’an di masyarakat. Di antaranya penyelenggaraan pesantren muslimah di empat titik rumah Qur’an binaan ODOJ Kalteng, klinik tahsin untuk pembenaran bacaan tajwid, serta program edukasi ODOJ Go To School.
Menurut Sri Rejeki, minat masyarakat untuk mempelajari Al-Qur’an masih cukup tinggi, terutama dari kalangan ibu-ibu yang aktif mengikuti kegiatan pembelajaran, termasuk di wilayah pelosok.
Karena itu, pihaknya terus berupaya memperluas kegiatan dakwah hingga ke daerah yang jarang tersentuh pembinaan keagamaan.
“Kami berusaha menghidupkan sinar dakwah di pelosok-pelosok, karena di sana masih jarang tersentuh kegiatan dakwah,” ujarnya.
Di sisi lain, ODOJ Kalteng juga mulai mendorong keterlibatan generasi muda agar lebih aktif dalam kegiatan pembinaan Al-Qur’an.
“Setahun terakhir ini kami berusaha merekrut generasi muda untuk ikut aktif dalam kegiatan pembinaan dakwah Al-Qur’an, salah satunya dengan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat ODOJ Kalteng, Ahmad Robitha, mengatakan komunitas tersebut telah berkembang sejak sekitar tahun 2016–2017 dan terus bergerak dalam pengembangan syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“ODOJ merupakan komunitas yang fokus pada pengembangan Al-Qur’an, khususnya membaca Al-Qur’an. Kegiatannya berkembang cukup baik dari tahun ke tahun,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan apresiasi kepada guru ngaji merupakan bentuk perhatian terhadap peran mereka dalam membentuk karakter masyarakat.
“Guru ngaji itu salah satu pilar dalam membentuk karakter bangsa. Karena itu perhatian dan penghargaan kepada mereka sangat penting,” ujarnya.
Menurutnya, jumlah paket apresiasi yang disalurkan juga terus meningkat setiap tahun, meskipun seluruh kegiatan dilakukan dengan dukungan swadaya komunitas serta para donatur.
“Dari tahun ke tahun meningkat, dari sekitar 200 paket menjadi 220 dan sekarang 250 paket. Ini semua dilakukan dengan dana swadaya serta dukungan para donatur,” pungkasnya. (f1/SB)