Lewati ke konten utama
Provinsi

Arus Mudik di Pelabuhan Sampit Mulai Meningkat Jelang Idul Fitri

Redaksi 09-03-2026, 03:11 WIB 2 menit baca
Aktivitas penumpang di Pelabuhan Sampit. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Aktivitas penumpang di Pelabuhan Sampit. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Aktivitas penumpang di jalur laut melalui Pelabuhan Sampit mulai mengalami peningkatan menjelang puncak arus mudik Lebaran. PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit mencatat jumlah penumpang yang berangkat dari Sampit dalam beberapa hari terakhir mulai bertambah.

Manager DLU Cabang Sampit, Kacung Muhadi, mengatakan pada operasional, kapal KM Kirana III melayani kedatangan sekaligus keberangkatan penumpang di Pelabuhan Sampit.

Menurutnya, kapal tersebut tiba dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang dengan membawa puluhan penumpang, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Surabaya.

“KM Kirana III datang dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang dengan membawa 29 penumpang dan kembali berangkat menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan membawa 592 penumpang,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Selain penumpang, kapal tersebut juga mengangkut kendaraan milik pemudik. Jumlah kendaraan yang dibawa pada pelayaran tersebut cukup banyak.

“Untuk kendaraan yang diangkut hari ini ada sekitar 20 unit kendaraan campuran,” katanya.

Kacung menjelaskan, jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, jumlah penumpang yang berangkat dari Sampit saat ini mulai menunjukkan peningkatan meski belum terlalu signifikan.

“Dari periode sebelumnya sampai hari ini ada peningkatan sekitar tiga persen,” jelasnya.

Guna mengantisipasi kemungkinan lonjakan penumpang pada puncak arus mudik, pihaknya saat ini masih menunggu keputusan terkait dispensasi penambahan kapasitas penumpang kapal.

“Insya Allah minggu depan atau sekitar tanggal 15 kemungkinan dispensasi sudah keluar. Kalau sudah keluar, langsung kami buka di sistem sehingga bisa diakses oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika tambahan kapasitas sudah disetujui dan dibuka di sistem, masyarakat dapat langsung melakukan pemesanan tiket secara daring seperti biasa.

“Ketika sudah kami buka di sistem, berarti semua masyarakat bisa langsung mengakses untuk pemesanan tiket,” tambah Kacung.

Di sisi lain, pihak DLU juga terus memantau perkembangan cuaca selama masa mudik. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan pelayaran.

“Kami selalu berkoordinasi dengan BMKG yang mengeluarkan prakiraan cuaca untuk pelayaran setiap tujuh hari,” katanya.

Apabila dalam prakiraan tersebut terdapat potensi cuaca buruk atau ekstrem, pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan otoritas pelabuhan untuk menentukan langkah yang perlu diambil.

“Kalau dalam prakiraan itu ada potensi cuaca buruk atau ekstrem, kami akan koordinasikan dengan KSOP selaku regulator,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard