Lewati ke konten utama
Provinsi

Bulog Kotim Perkuat Cadang Pangan Antisipasi El Nino

Redaksi 13-04-2026, 10:38 WIB 1 menit baca
Pemeriksaan stok pangan di gudang Bulog Sampit. (FOTO: ISTIMEWA)
Pemeriksaan stok pangan di gudang Bulog Sampit. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang berpotensi memicu kemarau panjang dan penurunan produksi beras dengan memperkuat cadangan pangan serta mengoptimalkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Kepala Perum Bulog KC Kotim, Muhammad Azwar Fuad, mengungkapkan pihaknya telah menerima peringatan dini dari BMKG dan Bulog pusat terkait potensi gagal panen akibat kemarau panjang.

“Untuk angka produksi beras, kami tidak memegang data pastinya karena itu domain Dinas Pertanian. Namun, kami sudah mendapat peringatan adanya potensi gagal panen akibat kemarau panjang,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Ia menjelaskan, jika gagal panen terjadi, dampak yang paling dirasakan biasanya adalah kenaikan harga beras di pasaran. Oleh karena itu, Bulog telah menyiapkan langkah antisipatif.

“Jika terjadi gagal panen, biasanya berdampak pada kenaikan harga beras. Di situ Bulog akan memasifkan penyaluran beras SPHP dan kemungkinan juga ada bantuan pangan gratis,” katanya.

Dari sisi ketersediaan, Bulog memastikan stok pangan di wilayah Kotim masih dalam kondisi aman. Saat ini, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Bulog mencapai sekitar 6.900 ton dengan ketahanan hingga sembilan bulan ke depan.

Selain beras, Bulog juga memiliki cadangan komoditas lain berupa minyak goreng sekitar 40 ribu liter serta gula sebanyak 50 ton.

Sementara itu, para petani di Kotim mulai melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan akibat El Nino. Mereka menyiapkan cadangan air melalui pembangunan embung di lahan pertanian guna menjaga produktivitas.

Selain itu, petani juga melakukan diversifikasi tanaman ke komoditas hortikultura yang lebih tahan terhadap kondisi minim air, seperti jagung dan kacang panjang, sebagai upaya mengurangi risiko kerugian selama musim kemarau panjang. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard