Massa Lepas Ratusan Kodok di Kantor Pertamina, Desak Transparansi Distribusi BBM di Kalteng
SB, PALANGKA RAYA – Aksi unik sekaligus penuh sindiran terjadi di depan Kantor Regional PT Pertamina Patra Niaga Ragional Kalimantan, ketika sejumlah massa dari Aliansi Masyarakat Kalimantan Tengah Bergerak menggelar demonstrasi dengan melepasliarkan ratusan kodok sebagai simbol protes terhadap persoalan distribusi BBM subsidi di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Aksi teatrikal tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan distribusi BBM yang dinilai tidak konsisten dan tidak transparan. Massa menilai pernyataan yang disampaikan pihak terkait sering berubah-ubah dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Dalam orasinya, juru bicara aksi menyebut simbol kodok dipilih karena dianggap menggambarkan sikap pihak terkait yang “melompat-lompat” dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat.
“Di satu sisi mereka mengatakan stok aman, tetapi di lapangan distribusi justru menyusut dan masyarakat kesulitan mendapatkan BBM. Pernyataan mereka berubah-ubah mengikuti tekanan publik,” ujar salah satu perwakilan massa.
Selain melakukan aksi simbolik, massa juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pertamina. Tuntutan utama yang disuarakan adalah keterbukaan data stok dan kuota harian BBM di seluruh SPBU Kalimantan Tengah agar dapat diakses masyarakat secara transparan.
Aliansi menilai keterbukaan data sangat penting untuk menghindari kebingungan masyarakat serta mencegah dugaan adanya permainan distribusi BBM di lapangan.
Mereka juga mengaku mencurigai adanya pengalihan distribusi stok BBM dari daerah-daerah luar Palangka Raya untuk menutupi kelangkaan di ibu kota provinsi.
“Kami menduga ada pengalihan stok dari daerah lain demi menjaga kondisi di Palangka Raya tetap terlihat aman. Jika benar terjadi, tentu masyarakat di daerah menjadi pihak yang dirugikan,” kata peserta aksi lainnya.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan beberapa poin tuntutan, di antaranya meminta Pertamina membuka data kuota harian BBM di setiap SPBU kepada publik. Mendesak transparansi stok BBM secara menyeluruh di Kalimantan Tengah. Dan meminta evaluasi distribusi BBM subsidi agar tidak merugikan masyarakat di daerah.
Massa menegaskan akan kembali menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan tersebut tidak segera ditindaklanjuti oleh Pertamina.
“Kami meminta data dibuka secara transparan kepada masyarakat. Jika tidak ada perubahan, kami akan kembali dengan aksi yang lebih besar,” tegas juru bicara aliansi menutup aksi. (sb/*)