Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, 16 Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Batal
SB, PALANGKA RAYA – Ribuan penumpang di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya harus terdampak pembatalan penerbangan akibat meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Dalam dua hari, 6 dan 7 September 2026, sebanyak 16 penerbangan dari dan menuju Bandara Tjilik Riwut dibatalkan. Total 2.039 penumpang tercatat berada dalam penerbangan yang terdampak tersebut.
Pada Minggu (6/9/2026), delapan penerbangan dibatalkan. Empat di antaranya merupakan penerbangan dari Palangka Raya menuju Jakarta, yakni Batik Air ID6201 dengan 117 penumpang, Garuda Indonesia GA551 sebanyak 118 penumpang, Super Air Jet IU651 sebanyak 176 penumpang, dan Citilink QG453 dengan 150 penumpang.
Sedangkan empat penerbangan lainnya merupakan rute Jakarta menuju Palangka Raya. Masing-masing Super Air Jet IU650 membawa 105 penumpang, Citilink QG452 sebanyak 125 penumpang, Garuda Indonesia GA550 sebanyak 89 penumpang, dan Batik Air ID6200 dengan 91 penumpang.
Kondisi serupa kembali terjadi pada Senin (7/9/2026). Empat penerbangan dari Palangka Raya menuju Jakarta yang dibatalkan yakni Batik Air ID6201 dengan 126 penumpang, Garuda Indonesia GA551 sebanyak 111 penumpang, Super Air Jet IU651 sebanyak 145 penumpang, serta Citilink QG453 dengan 59 penumpang.
Sementara dari arah Jakarta menuju Palangka Raya, penerbangan yang dibatalkan terdiri dari Super Air Jet IU650 dengan 150 penumpang, Citilink QG452 sebanyak 162 penumpang, Garuda Indonesia GA550 sebanyak 170 penumpang, dan Batik Air ID6200 dengan 145 penumpang.
Pembatalan penerbangan tersebut membuat pengelola bandara bersama maskapai melakukan sejumlah langkah untuk memastikan penumpang tetap mendapatkan informasi dan pelayanan. Petugas dikerahkan di sejumlah titik, mulai dari area check-in hingga ruang tunggu keberangkatan.
General Manager Angkasa Pura I Bandara Tjilik Riwut, Made Darmawan, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan maskapai serta stakeholder terkait menyikapi kondisi tersebut.
“Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan maskapai dan stakeholder terkait untuk memantau kondisi serta menindaklanjuti setiap perubahan operasional penerbangan,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Menurut Made, maskapai juga telah menyiapkan mekanisme penanganan bagi penumpang yang terkena dampak pembatalan. Informasi disampaikan melalui berbagai saluran komunikasi, sementara petugas maskapai dan ground handling tetap berada di area boarding gate.
“Maskapai telah memberikan informasi kepada penumpang melalui saluran komunikasi yang tersedia. Tim maskapai dan ground handling juga kami pastikan tetap standby di area boarding gate untuk membantu penumpang,” jelasnya.
Pihak bandara turut mengantisipasi kepadatan penumpang. Petugas AVSEC, CSO dan TSO bergerak memberikan penjelasan, mengatur arus penumpang serta mengarahkan mereka ke fasilitas yang masih tersedia.
“Dari sisi bandara, kami memastikan alur penumpang tetap tertib. Petugas di lapangan juga membantu memberikan informasi dan mengarahkan penumpang ke fasilitas yang tersedia, sehingga situasi di ruang tunggu maupun area check-in tetap kondusif,” katanya.
Made mengingatkan calon penumpang agar tidak hanya mengandalkan jadwal penerbangan yang tertera pada tiket. Perkembangan kondisi penerbangan perlu dipantau melalui informasi resmi maskapai.
“Kami mengimbau calon penumpang untuk selalu mengikuti informasi resmi dari maskapai terkait status penerbangannya. Jika terdapat pembatalan atau perubahan jadwal, silakan mengikuti prosedur yang diberikan maskapai untuk proses reschedule maupun refund,” pungkasnya. (rk/sb)