11 Kecamatan Ikuti FLS3N dan O2SN
SB, SAMPIT - Pelaksanaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun 2026 hanya diikuti oleh 11 kecamatan. Sejumlah daerah tidak dapat mengirim peserta akibat benturan jadwal dan kendala geografis.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim, Mahbub, mengatakan beberapa kecamatan sebenarnya telah melaksanakan seleksi di tingkat wilayah, namun tidak dapat melanjutkan ke tingkat kabupaten.
“FLS3N dan O2SN tingkat SD tahun 2026 ini hanya bisa diikuti 11 kecamatan. Karena ada yang berbarengan dengan TKA susulan, sehingga mereka izin tidak mengikuti,” kata Mahbub, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah wilayah seperti Kecamatan Telaga Antang, Antang Kalang, dan Pulau Hanaut terkendala mobilisasi peserta menuju lokasi kegiatan.
“Mereka sebenarnya sudah melakukan seleksi di kecamatan, tetapi karena faktor geografis dan kondisi cuaca seperti sekarang, mobilisasi siswa cukup mengkhawatirkan,” ujarnya.
Selain itu, beberapa sekolah juga sedang melaksanakan penilaian akhir semester yang waktunya bersamaan dengan agenda FLS3N dan O2SN sejak 11 Mei lalu.
“Ada juga yang tidak optimal mengirim peserta karena pelaksanaan penilaian akhir semester berbarengan. Ditambah lagi ada TKA susulan, sehingga peserta tidak bisa mengikuti kegiatan ini,” jelasnya.
Meski demikian, Mahbub menegaskan kondisi tersebut tidak mengurangi semangat para siswa maupun pihak sekolah dalam mengikuti ajang tahunan tersebut.
Untuk cabang olahraga pencak silat pada O2SN, Mahbub menyebut pelaksanaannya dijadwalkan menjadi agenda terakhir sebelum penentuan peserta menuju tingkat provinsi.
Pihaknya juga menargetkan para juara nantinya dapat tampil maksimal di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
“Kita tidak membebani atlet, tetapi harus tetap optimistis. Mudah-mudahan mereka bisa memberikan yang terbaik untuk Kotim,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Disdik Kotim akan berkoordinasi dengan sekolah asal para pemenang untuk mengoptimalkan pembinaan atlet dan peserta lomba di daerah masing-masing serta memberikan pembinaan.
Lanjutnya, anggaran pembinaan dan persiapan menuju tingkat provinsi sudah tersedia di Dinas Pendidikan Kotim dan tinggal menyesuaikan jadwal dari pihak provinsi.
“Anggarannya sudah ada di Dinas Pendidikan. Tinggal mengikuti jadwal dari provinsi. Biasanya pelaksanaan tingkat provinsi berlangsung sekitar Juni hingga Juli,” pungkasnya. (f1/sb)