Anak Mudah di Kotim Diingatkan Bahaya Ancaman Penyakit Kronis
SB, SAMPIT - Penyakit kronis yang selama ini identik dengan kelompok lanjut usia kini mulai banyak menyerang kalangan muda di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Bahkan, RSUD dr Murjani Sampit menemukan pasien gagal ginjal berusia 25 tahun yang harus rutin menjalani hemodialisa atau cuci darah.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, dr Candra E, mengatakan pasien muda tersebut mengalami gagal ginjal akibat hipertensi yang diderita sejak usia muda tanpa penanganan dini.
“Yang termuda di Kotim ada usia 25 tahun sudah gagal ginjal. Jadi dia sudah hipertensi dari muda,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Menurut dr Candra, banyak anak muda merasa dirinya masih sehat sehingga jarang melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Akibatnya, penyakit seperti hipertensi dan diabetes kerap baru diketahui setelah memicu komplikasi serius.
“Kalau yang sudah tua biasanya sering kontrol kesehatan. Tapi kalau muda kadang merasa sehat-sehat saja. Akhirnya ketahuannya sudah gagal ginjal,” katanya.
Ia menyebut tren penyakit tidak menular kini mulai bergeser ke usia produktif. Kasus hipertensi, stroke, diabetes hingga penyakit jantung semakin sering ditemukan pada pasien usia muda.
Dr Candra menilai antrean pasien cuci darah di ruang hemodialisa RSUD dr Murjani menjadi bukti bahwa pengobatan saja tidak cukup tanpa adanya kesadaran menjaga kesehatan sejak dini.
“Kalau rumah sakit hanya melayani pasien HD terus-menerus, tidak akan ada habisnya. Selalu datang pasien baru. Yang terbaik memang upaya pencegahan,” bebernya.
Untuk mencegah meningkatnya kasus penyakit kronis, pemerintah saat ini terus mendorong program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) guna mendeteksi penyakit lebih awal. Pemeriksaan dilakukan hingga ke ruang publik agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan.
“Jadi ketika tensinya mulai naik bisa cepat ditangani, sehingga tidak sampai jatuh ke kondisi gagal ginjal yang memerlukan HD,” jelasnya.
Ia menambahkan pola hidup modern menjadi salah satu pemicu meningkatnya penyakit kronis di usia muda. Konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak dinilai menjadi faktor utama hipertensi dan diabetes.
Selain pola makan, kebiasaan begadang, kurang olahraga, merokok hingga stres juga turut memperbesar risiko gangguan kesehatan.
“Sekarang banyak remaja nongkrong sampai malam di coffee shop, istirahat kurang. Itu juga faktor risiko,” pungkasnya. (f1/sb)