Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Sejumlah Wilayah Kotim Terendam Banjir, BPBD Imbau Masyarakat Terus Waspada

Redaksi 17-05-2026, 10:50 WIB 1 menit baca
Kondisi banjir wilayah di Kotim masih terendam banjir. (FOTO: ISTIMEWA)
Kondisi banjir wilayah di Kotim masih terendam banjir. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Hingga Jumat (15/5/2026), kondisi banjir di beberapa kecamatan dilaporkan masih fluktuatif akibat pengaruh curah hujan di wilayah hulu Sungai Mentaya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mencatat sejumlah desa dan kelurahan terdampak dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 75 sentimeter.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan banjir di Desa Sungai Hanya, Kecamatan Antang Kalang, mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Namun, kondisi air masih belum stabil dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung intensitas hujan di daerah hulu.

“Untuk Desa Sungai Hanya di Kecamatan Antang Kalang mulai surut, namun kondisi masih fluktuatif sesuai curah hujan di hulu Sungai Mentaya,” ujar Multazam saat dikonfirmasi, Sabtu (16/5/2026).

Sementara itu, banjir di Desa Tumbang Sangai, Kecamatan Telaga Antang, masih merendam tiga RT dengan ketinggian air berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter.

Di Kelurahan Kuala Kuayan, genangan air juga masih terjadi di sejumlah ruas jalan, di antaranya Jalan Pelangkong, Jalan Kuayan-Bawan, Jalan Kuayan-Sapiri, hingga Gang Rawa Indah. Ketinggian air di lokasi tersebut mencapai 25 hingga 75 sentimeter di atas permukaan jalan.

Sedangkan di Desa Tumbang Mujam, genangan air masih terlihat di badan jalan dengan ketinggian sekitar 8 sentimeter. BPBD mencatat satu rumah terdampak yang dihuni dua kepala keluarga dengan total empat jiwa. Selain itu, satu perkantoran dan fasilitas umum turut terdampak banjir.

BPBD Kotim terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi banjir di wilayah terdampak. Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air apabila curah hujan di wilayah hulu kembali meningkat. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard