Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Layanan Hemodialisa RSUD dr Murjani Sampit Layani 30 Pasien Per Hari

Redaksi 18-05-2026, 11:57 WIB 2 menit baca
Ruang Hemodialisa RSUD dr Murjani Sampit dipadati pasien. (FOTO: ISTIMEWA)
Ruang Hemodialisa RSUD dr Murjani Sampit dipadati pasien. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Pelayanan hemodialisa (HD) di RSUD dr Murjani Sampit, terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pasien gagal ginjal di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan daerah sekitar.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani, dr Candra E, mengatakan saat ini rumah sakit tersebut memiliki 13 perawat yang telah tersertifikasi untuk menangani pelayanan hemodialisa.

“Perawat HD kami saat ini ada 13 orang dan semuanya sudah tersertifikasi,” ujar dr Candra, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, pasien hemodialisa yang menjalani perawatan di RSUD dr Murjani tidak hanya berasal dari Kotim, tetapi juga dari Kabupaten Seruyan hingga wilayah Pagatan.

Menurutnya, pelayanan HD dibagi dalam dua sesi setiap harinya. Pada sesi pagi, rumah sakit melayani sekitar 16 pasien rutin, sedangkan sesi siang berkisar 10 hingga 11 pasien.

“Pasien HD tidak hanya dari Kotim, tetapi juga dari Seruyan dan Pagatan. Untuk pelayanan pagi rutin sekitar 16 pasien, sedangkan siang sekitar 10 sampai 11 pasien,” katanya.

Dalam operasional pelayanan, satu orang perawat bertanggung jawab menangani tiga pasien sekaligus. Namun untuk alat baru atau kondisi tertentu, biasanya ada perawat khusus yang melakukan pengawasan lebih intensif.

“Satu perawat biasanya memegang tiga pasien. Kalau ada alat baru atau kondisi tertentu, biasanya ada perawat yang khusus menjaga dan mengecek,” jelasnya.

Dr Candra mengatakan, peningkatan fasilitas dan pelayanan membuat kapasitas layanan hemodialisa meningkat signifikan.

Jika sebelumnya rumah sakit hanya mampu melayani sekitar 15 hingga 16 pasien per hari, kini jumlah tersebut meningkat menjadi 28 hingga 30 pasien per hari.

Selain melayani pasien HD rutin, RSUD dr Murjani juga menangani pasien dengan gangguan ginjal akut yang membutuhkan tindakan cuci darah segera.

“Kadang ada pasien dari ruang perawatan yang setelah diperiksa mengalami gangguan ginjal akut dan harus segera dilakukan HD di luar antrean rutin. Kasus seperti itu juga cukup sering terjadi,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard