seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Karhutla Eka Bahurui Belum Padam, BNPB Turunkan Dua Helikopter Water Bombing

by Redaksi - Tanggal 10-07-2026,   jam 10:45:15
Dua Helikopter Water Bombing Dikerahkan BNPB untuk lakukan pemadaman karhutla. (FOTO:ISTIMEWA) Dua Helikopter Water Bombing Dikerahkan BNPB untuk lakukan pemadaman karhutla. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), belum juga berhasil dipadamkan. Api yang sudah berlangsung hampir sepekan terus meluas akibat cuaca panas dan kering.

Untuk mempercepat penanganan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan dua helikopter water bombing untuk membantu pemadaman dari udara.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan dua helikopter tersebut difokuskan menangani titik api di Desa Eka Bahurui serta kawasan perbatasan Desa Soren dan Desa Camba, Kecamatan Kota Besi.

“Dua helikopter water bombing dari BNPB saat ini difokuskan untuk penanganan di Desa Eka Bahurui yang sudah memasuki hari kelima belum padam, kemudian di wilayah perbatasan Desa Soren dan Desa Camba,” ujar Multazam, Jumat (10/7/2026).

Ia menyebut, kondisi di Desa Soren menjadi perhatian karena muncul titik api baru yang penyebarannya cukup cepat. “Kalau melihat kondisi sekarang, titik api di Desa Soren menjadi yang paling mengkhawatirkan karena baru muncul siang tadi. Penanganan harus segera dilakukan agar kebakaran tidak semakin meluas,” katanya.

Multazam berharap dukungan helikopter water bombing dapat membantu mempercepat pemadaman, terutama di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Harapan kami, langkah ini bisa memperlambat sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya,” ungkapnya.

Selain mengancam lahan sekitar, karhutla di Desa Eka Bahurui juga mulai mendekati jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Kondisi tersebut membuat tim gabungan terus meningkatkan upaya pemadaman.

“Area yang terbakar sudah mendekati tiang SUTET. Ini harus segera ditangani karena menyangkut perlindungan terhadap infrastruktur penting,” tegas Multazam.

Hingga kini, BPBD Kotim bersama tim gabungan masih berjibaku memadamkan api. Dukungan dua helikopter water bombing diharapkan mampu mengendalikan karhutla dan mencegah api meluas. (f1/sb)