Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemprov Lakukan Intervensi Pasar Secara Berkala

Redaksi 24-02-2023, 01:54 WIB 1 menit baca
PASAR MURAH : Antusias warga saat berbelanja di Pasar Murah yang digelar Pemprov di beberapa kelurahan. (FOTO:YUDHA)
PASAR MURAH : Antusias warga saat berbelanja di Pasar Murah yang digelar Pemprov di beberapa kelurahan. (FOTO:YUDHA)

SB, PALANGKA RAYA - Untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi, terutama bahan pangan maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng melakukan giat intervensi pasar secara berkala.

Kepala Dishanpang Provinsi Kalteng, Riza Rahmadi mengatakan, kondisi saat ini terjadi fluktuasi harga diberbagai daerah, tetapi daya beli masyarakat masih tetap terjaga dengan baik.

"Harga bahan pokok (bapok) di pasar, saat ini memang ada yang mengalami kenaikan maupun penurunan," katanya di Palangka Raya, Kamis (23/2/2023).

Diketahui sambungnya, harga bahan pokok (bapok) di Kota Palangka Raya seperti cabai rawit mengalami kenaikan harga hingga Rp 5.000 per kilogram. Begitu pula di Kabupaten Kotawaringin Timur, cabai rawit naik Rp 5.000 per kilogram, cabai keriting naik Rp2.500 per kilogram, daging ayam turun Rp 1.000 per kilogram, ikan kembung naik Rp3.000 per kilogram, ikan tongkol naik Rp 3.000 per kilogram, serta ikan bandeng turun Rp 3.000 per kilogram.

Sedangkan di Kabupaten Kapuas, bawang merah naik Rp 9.000 per kilogram, bawang putih naik Rp2.000 per kilogram, dan daging sapi turun Rp 10.000 per kilogram. Daerah lainnya di Kalteng juga mengalami fluktuasi harga.

"Evaluasi dan pemantauan tim di lapangan, fluktuasi harga yang terjadi masih dalam kategori wajar, serta ketersediaan atau stok maupun pasokan barang kebutuhan pokok masih aman serta mencukupi," ucapnya.

Intervensi pasar yang dilakukan oleh Dishanpang Prov. Kalteng yakni kegiatan pasar murah dan pasar penyeimbang. Dalam kegiatan pasar murah dan pasar penyeimbang ini, berbagai komoditas bapok dijual dengan harga terjangkau pasca mendapat subsidi, mulai dari beras, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dan lain-lain.

“Dari kegiatan tersebut, antusias masyarakat begitu tinggi hal ini dapat dilihat dari setiap Pemprov menggelar pasar murah ataupun pasar penyeimbang di beberapa kelurahan belum lama ini,” tutupnya. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard