seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Kemarau Mulai Berdampak, Empat Desa di Kotim Minta Bantuan Air Bersih

by Redaksi - Tanggal 15-07-2026,   jam 15:04:26
Kepala BPBD Kotim Multazam saat meninjau langsung penyaluran air bersih. (FOTO:ISTIMEWA) Kepala BPBD Kotim Multazam saat meninjau langsung penyaluran air bersih. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Musim kemarau mulai memicu kesulitan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Hingga pertengahan Juli 2026, empat desa telah mengajukan bantuan air bersih kepada pemerintah daerah.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan desa yang membutuhkan pasokan air bersih tersebut yakni Kuin Permai, Lempuyang, Rigi Lestari, dan Jaya Karet.

"Permintaan mereka bukan sekali kirim, tetapi secara periodik. Ini menjadi tantangan karena kebutuhan air harus dipenuhi selama musim kemarau berlangsung," ujar Multazam, Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan, setiap distribusi membutuhkan sekitar 15 ribu hingga 20 ribu liter air bersih untuk masing-masing desa. Dalam kondisi tertentu, kebutuhan bahkan bisa meningkat hingga 25 ribu liter.

Untuk menjaga ketersediaan air, BPBD Kotim telah berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Mentaya agar penyaluran dapat dilakukan secara rutin.

"Kami berharap Perumdam sudah menyiapkan strategi pengiriman secara berkala sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi," katanya.

Multazam mengingatkan, jika kemarau terus berlanjut, dampak kekeringan bisa meluas hingga wilayah Pulau Hanaut dan Kecamatan Seranau. Distribusi ke wilayah tersebut akan menjadi tantangan karena harus menggunakan jalur sungai.

"Kondisi seperti ini pernah terjadi pada 2015 dan 2019. Air bersih harus diangkut menggunakan kapal besar menuju desa-desa terdampak," ungkapnya.

Meski belum ada permintaan dari wilayah tersebut, BPBD Kotim tetap menyiapkan langkah antisipasi agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi selama musim kemarau. (f1/sb)