Tampak kobaran api membakar kios di Taman Kota Sampit. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, SAMPIT – Kebakaran hebat menghanguskan deretan kios semi permanen di kawasan Taman Kota Sampit, tepatnya di depan SDN 12 Mentawa Baru Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (15/7/2026) malam. Sedikitnya delapan kios ludes dilalap api dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.20 WIB tersebut.
Api dengan cepat membesar dan menyapu kios-kios yang berdiri berdempetan. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berupaya menyelamatkan barang dagangan sebelum kobaran api semakin tak terkendali. Akibat kejadian itu, seorang pemilik kios sembako mengalami luka bakar ringan, sementara kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim bergerak cepat usai menerima laporan dari masyarakat. Tiga unit mobil pemadam diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan api sekaligus mencegah kobaran merembet ke bangunan lain di sekitar kawasan Taman Kota.
Kepala Seksi Humas Disdamkarmat Kotim, Hery Wahyudi, mengatakan kebakaran menghanguskan delapan kios semi permanen dan saat ini penyebabnya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
"Sebanyak delapan kios semi permanen terdampak kebakaran. Satu orang pemilik kios sembako mengalami luka bakar ringan, sedangkan kerugian material diperkirakan sekitar Rp500 juta. Untuk penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian," kata Hery, Kamis (16/7/2026).
Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam hingga api berhasil dikendalikan. Setelah itu, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 00.40 WIB.
Dalam operasi tersebut, Disdamkarmat Kotim mengerahkan tiga unit armada, yakni MUPK 13, MUPK 05, dan MUPK 06. Pemadaman juga dibantu PMI Kabupaten Kotim, Polsek Ketapang, PDAM, serta sejumlah relawan, di antaranya Relawan Dompet Peduli, Relawan Masjid Jami, Relawan Ketapi 3, Relawan Teluk Dalam, dan RPAS Baamang.
Hery mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat sehingga api berhasil dicegah meluas ke bangunan lain. Ia juga mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap potensi kebakaran dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak meninggalkan peralatan elektronik menyala tanpa pengawasan, serta segera melaporkan jika melihat tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran, sementara para pemilik kios mulai mendata kerugian dan membersihkan puing-puing bangunan yang tersisa. (f1/sb)