seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

CKCM 2026 Berakhir Gemilang, Kemenbud Siap Kawal Seniman Kalteng Tembus Panggung Dunia

by Redaksi - Tanggal 22-07-2026,   jam 07:18:37
Pelaksanaan sesi foto bersama usai rangkaian CKCM 2026 di Panggung Terbuka UPT Taman Budaya Kalteng, Selasa malam (21/7/2026). (FOTO:SEPUTAR BORNEO) Pelaksanaan sesi foto bersama usai rangkaian CKCM 2026 di Panggung Terbuka UPT Taman Budaya Kalteng, Selasa malam (21/7/2026). (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA – Gemuruh tepuk tangan menutup rangkaian Central Kalimantan Choreographer Meeting (CKCM) 2026 di panggung terbuka UPT Taman Budaya Kalteng, Selasa malam (21/7/2026).

Perhelatan seni yang menjadi bagian dari Central Kalimantan Art Summit 2026 ini bukan sekadar pertunjukan tari, tetapi menjadi tonggak lahirnya generasi baru koreografer Kalimantan Tengah sekaligus mempertegas komitmen pemerintah mendorong budaya daerah menembus panggung dunia.

Direktur Program CKCM 2026, Abib Habibi Igal, mengatakan penyelenggaraan tahun kedua tersebut mengusung tema "Lintasan", sebagai simbol perjalanan panjang proses kreatif para seniman. Menurutnya, CKCM telah berkembang menjadi ruang pembinaan yang mempertemukan seniman, komunitas, hingga pelaku industri kreatif.

"Dalam dua tahun penyelenggaraan, CKCM telah menghimpun sekitar 500 talenta seni dari berbagai disiplin, mulai dari penari, koreografer, komposer, penata artistik, penata cahaya, penata suara hingga tim produksi. Ini menunjukkan ekosistem seni di Kalimantan Tengah terus tumbuh," ujar Abib.

Ia menjelaskan, tahun ini CKCM melahirkan delapan karya baru dari koreografer muda Kalimantan Tengah yang melibatkan sedikitnya 15 komunitas tari.

Tak hanya itu, melalui kolaborasi dengan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya, sebanyak 10 koreografer dari delapan provinsi mengikuti MTN Lab Kemah Tari CKCM 2026 untuk mengeksplorasi sejarah dan budaya Palangka Raya sebagai inspirasi penciptaan karya.

Mewakili Gubernur, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng, Adi Soeseno, menegaskan Pemerintah Provinsi akan terus memperkuat ruang ekspresi bagi pelaku seni agar budaya daerah tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

"CKCM membuktikan bahwa Kalimantan Tengah memiliki talenta-talenta luar biasa. Pemerintah Provinsi akan terus hadir mendukung ruang kreatif seperti ini agar lahir semakin banyak seniman yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional," katanya.

Apresiasi juga datang dari Kementerian Kebudayaan RI. Mewakili Menteri Kebudayaan, Staf Ahli Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan, Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri, menilai CKCM menjadi contoh nyata keberhasilan daerah membangun ekosistem seni yang berkelanjutan.

Namun, ia mengingatkan agar pelaku budaya di Kalimantan Tengah lebih aktif memanfaatkan Dana Indonesia Raya, yang disiapkan pemerintah untuk mendukung berbagai program kebudayaan.

"Kami melihat potensi Kalimantan Tengah sangat besar. Karena itu kami mengajak para pelaku budaya memanfaatkan Dana Indonesia Raya. Seluruh proses dilakukan secara terbuka dan transparan sehingga kesempatan itu bisa dimanfaatkan seluas-luasnya," ujarnya.

Senada dengan itu, Tenaga Ahli Madya Kedeputian V Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Cheryl Anelia Tanzil, menilai keberhasilan CKCM harus menjadi awal kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.

"Jangan ada lagi ego sektoral. Yang paling penting adalah bagaimana ruang-ruang kreatif seperti ini terus hidup dan karya para seniman Kalimantan Tengah bisa dinikmati masyarakat yang lebih luas," kata Cheryl.

Ia menjelaskan pemerintah telah menyediakan Dana Indonesia Raya yang bersumber dari Dana Abadi Kebudayaan APBN untuk mendukung pengembangan seni dan budaya. Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan mampu melahirkan pelaku budaya yang mandiri secara ekonomi tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi.

"Kami ingin pelaku budaya tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga mampu menghidupi komunitas dan sanggarnya. Ketika seniman sejahtera, budaya akan tetap lestari dan terus berkembang," tegasnya.

Melalui CKCM 2026, Kalteng kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang serius membangun ekosistem seni pertunjukan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, komunitas seni, dan Manajemen Talenta Nasional diharapkan menjadi fondasi kuat untuk melahirkan lebih banyak karya berkualitas yang membawa budaya Dayak dan kekayaan seni Kalteng tampil di panggung nasional hingga internasional. (sb/*)