Petugas ketika melakukan pemadaman karhutla di wilayah Kota Palangka Raya. (FOTO:ISTIMEWA)
SB, PALANGKA RAYA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus meningkat di Kota Palangka Raya seiring memasuki puncak musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 75 kejadian karhutla terjadi sejak 1 Juni hingga 21 Juli 2026 dengan total luas lahan terbakar mencapai 29,04 hektare.
Manager Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet mengatakan, Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan jumlah kejadian karhutla tertinggi dibandingkan kecamatan lainnya.
"Sejak 1 Juni sampai 21 Juli 2026 tercatat ada 75 kejadian karhutla di Kota Palangka Raya. Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah yang paling banyak mengalami kebakaran," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).
Berdasarkan data BPBD, Kecamatan Jekan Raya mencatat 52 kejadian karhutla. Sementara Kecamatan Sabangau dan Kecamatan Pahandut masing-masing mengalami 10 kejadian, disusul Kecamatan Bukit Batu sebanyak tiga kejadian. Adapun Kecamatan Rakumpit hingga kini belum tercatat mengalami kebakaran hutan dan lahan.
"Sebaran kejadian paling dominan memang berada di Kecamatan Jekan Raya. Karena itu, wilayah tersebut menjadi salah satu fokus patroli dan pengawasan kami selama musim kemarau," katanya.
Balap menjelaskan, meningkatnya jumlah kejadian karhutla membuat Pemerintah Kota Palangka Raya menetapkan status siaga bencana karhutla sejak 10 Juni 2026. Penetapan status tersebut dilakukan untuk mempercepat koordinasi dan respons penanganan apabila terjadi kebakaran.
"Status siaga sudah ditetapkan agar seluruh unsur penanggulangan dapat bergerak lebih cepat dalam melakukan pencegahan maupun pemadaman ketika muncul titik api," jelasnya.
Menurutnya, BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni, relawan dan instansi terkait terus meningkatkan patroli di kawasan rawan kebakaran serta melakukan upaya pembasahan lahan guna mencegah api meluas.
"Seluruh personel BPBD bersama relawan tetap siaga penuh di lapangan. Kami berupaya merespons setiap laporan masyarakat secepat mungkin agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar," tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Segera laporkan apabila masyarakat mendapati atau menemui titik hotspot agar dapat dilakukan tindakan pemadaman,” pungkasnya. (rk/sb)