Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader dalam Komunikasi Perubahan Perilaku untuk Pencegahan Stunting yang digelar di Aula Kecamatan Sungai Babuat, Senin (27/7/2026). FOTO: ISTIMEWA/SB
SB, PURUK CAHU–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3ADALDUKKB) terus memperkuat upaya pencegahan stunting dengan meningkatkan kapasitas kader desa sebagai ujung tombak edukasi di masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader dalam Komunikasi Perubahan Perilaku untuk Pencegahan Stunting yang digelar di Aula Kecamatan Sungai Babuat, Senin (27/7/2026). Kegiatan yang didukung PT Indo Muro Kencana (IMK) ini diikuti sebanyak 21 kader dari 13 desa binaan yang berada di wilayah ring perusahaan.
Kepala DP3ADALDUKKB Kabupaten Murung Raya, Firman Prihatin, melalui Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Sholihatul Amaliah, S.E., M.IP., mengatakan pelatihan tersebut bertujuan membekali kader dengan pengetahuan dan kemampuan berkomunikasi agar mampu menyampaikan edukasi pencegahan stunting secara efektif kepada masyarakat.
Menurutnya, arah kebijakan penanganan stunting saat ini tidak lagi hanya berfokus pada anak yang telah terdata mengalami stunting, tetapi lebih menitikberatkan pada upaya pencegahan agar tidak muncul kasus-kasus baru.
"Karena itu, sasaran utama yang harus mendapat perhatian adalah keluarga berisiko stunting, seperti keluarga yang memiliki ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita. Kader harus memahami substansi pencegahan stunting agar mampu memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat," ujarnya.
Sholihatul menjelaskan, materi pelatihan mencakup pemahaman mengenai pengertian stunting, faktor-faktor penyebab, hingga langkah-langkah pencegahan. Selain itu, peserta juga dibekali teknik komunikasi perubahan perilaku agar pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh masyarakat.
"Kader tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi juga harus mampu menyampaikan informasi dengan cara yang mudah dipahami. Harapannya, edukasi yang diberikan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat sehingga risiko stunting dapat dicegah sejak dini," imbuhnya.
Ia berharap, para kader yang telah mengikuti pelatihan dapat menjadi agen perubahan di desa masing-masing dengan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pola asuh yang baik, serta pemanfaatan layanan kesehatan bagi ibu dan anak.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan PT Indo Muro Kencana, upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Murung Raya diharapkan semakin optimal, sejalan dengan komitmen menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (Ang)