Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

NAM Air Setop Sementara, Dishub Kotim Dorong Pesawat Lebih Besar Layani Sampit

Redaksi 29-07-2026, 13:34 WIB 1 menit baca
Kepala Dishub Kotim, Raihansyah
Kepala Dishub Kotim, Raihansyah

SB, SAMPIT – Penghentian sementara penerbangan NAM Air rute Jakarta-Sampit dan Sampit-Jakarta membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kotawaringin Timur (Kotim) mencari langkah agar konektivitas udara tetap terjaga.

Dishub Kotim mendorong maskapai yang masih melayani Bandara Haji Asan Sampit untuk menambah kapasitas penerbangan, salah satunya dengan mengganti armada pesawat yang lebih besar.

Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian penyebab penghentian sementara operasional NAM Air.

"Kami baru menerima informasi bahwa NAM Air sementara menghentikan penerbangan rute Jakarta-Sampit dan Sampit-Jakarta. Penyebabnya masih kami konfirmasi, apakah karena perawatan pesawat atau faktor operasional lainnya," ujar Raihansyah, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara menunjukkan Bandara Haji Asan Sampit memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Dishub Kotim telah mengusulkan kepada Lion Group agar pesawat ATR yang melayani rute Sampit–Surabaya dapat ditingkatkan menjadi pesawat Boeing dengan kapasitas penumpang lebih banyak.

"Permintaan masyarakat cukup tinggi. Karena itu kami mendorong agar armada yang digunakan bisa lebih besar sehingga semakin banyak penumpang yang terlayani," katanya.

Raihansyah menyebut tingkat keterisian penumpang Super Air Jet saat ini cukup baik. Dalam sehari jumlah penumpang bahkan bisa mencapai sekitar 180 orang.

"Okupansi Super Air Jet masih sangat bagus. Ini menunjukkan pasar penerbangan di Sampit cukup menjanjikan," jelasnya.

Selain mendorong peningkatan armada, Dishub Kotim juga terus menjalin komunikasi dengan sejumlah maskapai lain, termasuk TransNusa dan Pelita Air, untuk membuka peluang penerbangan baru dari Sampit.

"Kami berharap semakin banyak maskapai yang masuk sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan penerbangan dan konektivitas daerah semakin baik," pungkas Raihansyah. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard